Diusulkan Gelar Pahlawan, Samin Surosentiko Punya Cara Beda Lawan Penjajah

Dian Utoro Aji - detikNews
Minggu, 11 Apr 2021 11:22 WIB
Tokoh Sedulur Sikep Kabupaten Kudus, Budi Santoso, saat ditemui di rumahnya Desa Larikrejo Kecamatan Undaan, Kamis (8/4/2021).
Tokoh Sedulur Sikep Kabupaten Kudus, Budi Santoso, saat ditemui di rumahnya Desa Larikrejo Kecamatan Undaan, Kamis (8/4/2021). Foto: Dian Utoro Aji/detikcom
Kudus -

Komunitas Samin yang dikenal dengan nama Sedulur Sikep mengusulkan kepada pemerintah pusat agar tokoh Samin Surosentiko dikukuhkan sebagai pahlawan nasional. Sedulur Sikep Kudus menilai sosok Surosentiko memiliki cara berbeda melawan penjajah Belanda.

"Usulan itu sudah lama, saya sangat senang sekali, sangat mengharapkan (agar mendapatkan gelar pahlawan nasional)," kata tokoh Sedulur Sikep Kabupaten Kudus, Budi Santoso, saat ditemui wartawan di rumahnya Desa Larikrejo, Kecamatan Undaan, Kudus, Kamis (8/4/2021).

Budi menuturkan sosok Surosentiko adalah sosok pejuang yang tanpa tanda jasa melawan menjajah. Dia mengaku senang terhadap usulan gelar pahlawan tersebut. Budi pun menilai Surosentiko layak mendapatkan gelar pahlawan nasional.

"Karena walaupun apa yang sejak tahun 1900 awal sampai sekarang, katakan Mbah Samin ini pahlawan tidak punya tanda jasa. Kalau memang diusulkan sebagai pahlawan, kami sebagai komunitas yang jelas-jelas meneruskan ajaran beliau setidaknya bisa didengar oleh publik lah. Saya senang sekali, harapan segera dikabulkan," jelas Budi.

Dia mengatakan ada cerita perjuangan Surosentiko saat melawan penjajah di tanah Jawa waktu itu. Menurutnya Surosentiko merupakan anak dari seorang ningrat yang berada di wilayah Blora. Saat itu tanah Jawa sedang dijajah Belanda dan akibatnya banyak rakyat yang sengsara.

"Jadi gini, kami meneruskan cerita dari leluhur. Dia itu kan keturunan seorang ningrat di tanah jawa. (Tokoh yang dituakan sebelum Surosentiko) Samin sepuh pangeran Surowijoyo bapaknya Surosentiko, artinya Samin Surosentiko nomor dua penerus bapaknya. Intinya dia itu seorang ningrat prihatin sekali tanah Jawa dijajah oleh Belanda rakyatnya sengsara gitu," kata Budi mengawali cerita tentang sosok Surosentiko.

Budi mengatakan bahwa bentuk prihatinnya, kemudian Surosentiko keluar dari kabupaten dan berbaur dengan masyarakat luas. Terutama kepada masyarakat yang memiliki misi untuk mengusir penjajah Belanda waktu itu.

"Dia keluar wilayah kabupaten, kan tanah Jawa sengsara, dia keluar dari kabupaten kemudian berbaur kepada masyarakat kecil yang punya misi atau tujuan mengusir penjajah Belanda. Karena tanah Jawa ini warisan leluhur," ucap Budi.

"Artinya dia menyusun kekuatan, dimaksud tersebut memakai ajaran leluhur ajaran Jawa, ajaran sikep, agamanya Adam. Pada intinya mendalami ajaran leluhur untuk modal bekal mengusir Belanda," lanjutnya.

Selengkapnya di halaman selanjutnya...

Selanjutnya
Halaman
1 2