Sempat Kembali ke Bandara, Penumpang Batik Air dari Semarang Tiba di Jakarta

Aditya Mardiastuti - detikNews
Minggu, 28 Mar 2021 20:41 WIB
bandara
Ilustrasi bandara Foto: (Thinkstock)
Yogyakarta -

Pesawat Batik Air tujuan Jakarta dengan nomor penerbangan ID-6355 sempat kembali ke Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah karena ada kendala. Kini para penumpang telah dialihkan dan tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng malam ini.

"Penerbangan ID-6355 telah diberangkatkan kembali menggunakan jadwal keberangkatan terbaru pukul 18.13 WIB dari Bandar Udara Internasional Jenderal Ahmad Yani," kata Corporate Communications Strategic of Batik Air, Danang Mandala Prihantoro dalam keterangan tertulisnya, Minggu (28/3/2021).

Danang mengatakan pada penerbangan ini pihaknya mengganti pesawat udara dengan menggunakan armada lainnya yakni Airbus 320-200CEO registrasi PK-LZJ. Sebelum terbang, pesawat ini juga telah melalui pengecekan dinyatakan laik terbang.

"Batik Air penerbangan ID-6355 mendarat di Bandar Udara Internasional Soekarno-Hatta pada 19.27 WIB," jelas Danang.

Danang mengatakan dari total 120 penumpang pesawat, 25 orang di antaranya mengajukan perubahan jadwal (reschedule) dan pengembalian dana (refund). Sehingga penerbangan ini mengangkut 95 penumpang dan 6 kru pesawat.

"Batik Air menyampaikan permohonan maaf atas ketidaknyamanan yang timbul, terganggunya perjalanan udara para tamu pada penerbangan ID-6355," ujarnya.

Sebelumnya diberitakan, pesawat Batik Air nomor penerbangan ID-6355 rute penerbangan menuju ke Jakarta kembali ke Semarang karena ada kendala teknis.

Pesawat Batik Air ini lepas landas dari Bandara Ahmad Yani Semarang, Jawa Tengah, Minggu (28/3) pukul 14.15 WIB. Pesawat ini sedianya tiba di Bandara Soekarno-Hatta, Cengkareng pada pukul 15.15 WIB.

"Penerbangan Batik Air ID 6355 mengalami keterlambatan keberangkatan dikarenakan kendala teknis pada sistem hidrolik pesawat, maka pilot memutuskan untuk kembali ke bandar udara asal (return to base/ RTB). Keputusan pilot ini untuk memastikan keselamatan dan keamanan penerbangan," terang Danang.

(ams/imk)