Menengok Operasional Ngrekso Ban Kempes Pemkot Solo, Masih Keliling?

Ari Purnomo - detikNews
Selasa, 09 Mar 2021 11:44 WIB
Japi seorang penambal ban
Japi, seorang penambal ban di Solo (Foto: Ari Purnomo/detikcom)
Solo -

Beberapa tahun lalu Pemkot Solo menggulirkan program pemberian fasilitas bagi tukang tambal ban. Program tersebut berupa pemberian sepeda motor roda tiga dengan nama "Ngrekso Ban Kempes".

Program ini sudah berjalan sejak tahun 2018 saat Kota Solo masih dipimpin oleh FX Hadi Rudyatmo. Ada sejumlah tukang tambal ban yang sebelumnya mangkal di trotoar atau pinggir jalan yang mendapatkan fasilitas ini.

Dengan adanya fasilitas ini, diharapkan kawasan Solo bisa lebih tertata dan pengendara motor yang mengalami ban kempis juga bisa segera ditangani. Setelah 3 tahun berjalan, bagaimana nasib Ngrekso Ban Kempes, apakah masih keliling atau justru kembali mangkal?

Dari penelusuran detikcom di sejumlah titik, penambal ban Ngrekso Ban Kempes ternyata lebih banyak mangkal.

Salah seorang penambal ban Ngrekso Ban Kempes, Sabar (70), mengatakan dirinya lebih sering mangkal di jalan Ir Juanda, Pucangsawit, Jebres, Solo.

"Kalau saya biasanya mangkal di pinggir jalan itu (Ir Juanda), tapi kalau ada yang menghubungi ya saya datang," kata Sabar saat ditemui di rumahnya, Selasa (9/3/2021).

Sabar mengatakan selama ini tidak begitu banyak yang membutuhkan tambalan ban keliling. Namun jika ada yang menghubungi, dirinya juga siap untuk memberikan pelayanan.

"Yang susah itu kalau pas ada panggilan, saya sedang nambal kan mau tak mau harus nunggu rampung dulu. Dan itu yang mungkin agak lama," ucapnya.

Dia menjelaskan sekarang ini pelayanan tambal ban keliling dibagi setiap wilayah. Misalkan ada pemotor yang bannya bocor di wilayah Pucangsawit nanti menghubungi tukang yang ada di wilayah tersebut.

"Begitu pula kalau ada yang kebanan (ban bocor) di wilayah lain juga bisa menghubungi penambal yang ada di wilayah tersebut," ungkapnya.

Penambal lainnya, Japi Nugroho juga mengatakan hal yang sama. Penambal Ngrekso Ban Kempes yang ada di wilayah Purwosari ini sehari-harinya mangkal di sisi selatan flyover.

"Kalau sehari-hari ya mangkal di sini, tapi kalau ada yang menghubungi ya saya bisa datang," ucapnya.

Namun, Japi melanjutkan, jika ada yang menghubunginya dia memastikan dulu kebenarannya.

"Soalnya kan pernah saya datang ke lokasi ternyata orangnya tidak ada, dan hanya iseng saja. Itu kan jadi rugi, maka dipastikan dulu orangnya," tuturnya.

Salah seorang warga Sodiq (38) yang pernah mencoba menghubungi tambal ban keliling tersebut mengatakan tidak mudah menambal ban di Ngrekso Ban Kempes.

"Dulu saya pernah mencoba menghubungi tukang tambal ban keliling dari Pemkot juga tidak ada yang mau datang, malah yang tidak (bukan) dari Pemkot datang," katanya.

Lihat juga video 'Viral Tambal Ban Rp 600 Ribu, Ini Penjelasan Bengkel dan Konsumen':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/mbr)