Ketua Demokrat Sragen Cerita Marah Ditawari Duit Ikut KLB: Tak Tahu Balas Budi

Andika Tarmy - detikNews
Senin, 08 Mar 2021 15:45 WIB
Kader Demokrat menggelar aksi cap jempol darah menolak KLB Deli Serdang di kantor DPC Demokrat Sragen, Senin (8/3/2021). 
dok. Istimewa teman.
Kader Demokrat menggelar aksi cap jempol darah menolak KLB Deli Serdang di kantor DPC Demokrat Sragen, Senin (8/3/2021) Foto: dok. Istimewa
Sragen - Ketua DPC Partai Demokrat Kabupaten Sragen, Budiono Rahmadi, mengaku pernah ditawari duit agar dirinya mengikuti acara yang diklaim sebagai kongres luar biasa (KLB) Demokrat di Deli Serdang, Sumatera Utara. Budiono mengaku menolak tawaran tersebut dan justru balik memaki-maki orang yang menawarinya.

"Pernah saya ditawari (duit), malah saya maki-maki orang yang nawari itu. Saya tidak mau ikut KLB karena itu bersifat ilegal," ujar Budiono di sela membubuhkan cap jempol darah menolak hasil KLB Deli Serdang di kantor DPC Demokrat Sragen, Senin (8/3/2021).

Budiono mengatakan pihak yang menawarinya duit agar ikut KLB di Deli Serdang tak tahu balas budi. Dia menyebut Partai Demokrat telah membesarkan nama dan membuat pihak yang mengiming-imingi duit itu menjadi pimpinan DPRD.

"Ya sebenarnya sudah sangat dibesarkan di Demokrat bahkan sudah pernah jadi pimpinan DPRD, namanya Mas Bambang. Saya anggap itu orang yang tidak tahu balas budi ya saya maki-maki, 'kamu sudah tua pensiun saja'," cetus Budiono.

Meski begitu, Budiono mengaku tidak mengaku tidak tahu besaran duit yang akan ditawarkan kepadanya. Dia mengklaim sudah memotong pembicaraan dan langsung menolak tawaran tersebut.

"Iming-iming duit. Nggak tahu berapa karena terus (pembicaraan) saya potong. Karena saya nggak mau karena saya sudah punya duit," ujar Budiono.

Pada kesempatan yang sama, puluhan kader Partai Demokrat menggelar aksi cap jempol darah menolak hasil KLB Deli Serdang yang mereka anggap ilegal. Aksi ini juga untuk menunjukkan kesetiaan kader Demorat Sragen kepada Ketum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) dan Ketua Majelis Tinggi Partai Demokrat Susilo Bambang Yudhoyono (SBY).

"Ini kita tunjukkan sebagai penolakan KLB ilegal yang terjadi di Deli Serdang kemarin, yang kedua juga menolak Moeldoko sebagai ketua umum karena Moeldoko itu kami anggap bukan bagian dari keluarga besar Partai Demokrat," terangnya.

"Arti cap jempol darah menunjukkan loyalitas kita, menunjukkan kita benar-benar setia terhadap AHY dan SBY," ucap Budiono.

Simak juga Video: Merasa Dibohongi, Demokrat Bali Akan Laporkan Jhoni Allen ke Polisi

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)