Terpopuler Sepekan di Jateng

Asa Siswa SMK di Klaten Kehilangan Tangan Saat PKL untuk Bisa Kuliah

Achmad Syauqi - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 10:32 WIB
Alfian bersama ayahnya dijenguk Kades Sawit, Maryadi, Klaten, Selasa (2/3/2021).
Alfian bersama ayahnya dijenguk Kades Sawit, Maryadi, Klaten, Selasa (2/3/2021). Foto: Achmad Syauqi/detikcom

Pilihan untuk mengamputasi kedua tangan Alfian menjadi pilihan pahit karena pertimbangan kesehatan siswa SMK itu. Amputasi pertama dilakukan pada tangan kanan Alfian, dua pekan berselang tangan kirinya juga harus diamputasi.

"Dua minggu setelah tangan kanan, tangan kiri mulai menghitam, membusuk. Oleh dokter disarankan juga diamputasi sebab jika tidak bisa meracuni jaringan di dalam tubuh," papar Purwanto.

Purwanto menyebut keponakannya itu kini sudah bisa beradaptasi dengan kondisinya dan menggunakan jemari kakinya untuk beraktivitas. Harapan untuk memiliki tangan robotik pun didapat Alfian dari berbagai referensi yang menyebut harganya mencapai Rp 400 juta.

"Mulai belajar adaptasi, apa-apa sekarang dengan jari kaki. Termasuk menggunakan HP sampai laptop bisa dengan kaki," imbuh Purwanto.

Selain ingin punya tangan robotik, lanjut Purwanto, Alfian ingin tetap meneruskan sekolahnya ke perguruan tinggi. Bahkan sudah mendaftar penerimaan mahasiswa baru di dua perguruan tinggi.

"Sudah mendaftar kuliah tinggal nunggu seleksi. Satu di UNY jurusan pendidikan teknik informatika dan teknik komputer Undip, sejak dulu ingin jadi ahli komputer," ujar Pungkas Purwanto.

Sementara itu, Kepala Desa Sawit, Maryadi, mengatakan keluarga Alfian masuk sebagai penerima bantuan sosial pemerintah pusat karena tergolong keluarga tidak mampu.

"Jadi keluarga masuk kategori tidak mampu, ada stikernya di rumah. Dia (Alfian) tidak berharap uang tapi harapannya kalau ada lembaga yang membantu membuatkan tangan robotik itu yang diharapkan," kata Maryadi.

Halaman

(ams/ams)