Round-Up

Blak-blakan Ketua DPC Demokrat di Jateng Soal Tawaran Duit Demi Ikut KLB

Angling Adhitya Purbaya, Ari Purnomo - detikNews
Sabtu, 06 Mar 2021 09:25 WIB
DPD Partai Demokrat Jateng dengan tegas akan melawan keputusan KLB di Sumut yang memilih Moeldoko jadi Ketua Umum, Jumat (5/3/2021).
DPD Partai Demokrat Jateng dengan tegas akan melawan keputusan KLB di Sumut yang memilih Moeldoko jadi Ketua Umum, Jumat (5/3/2021). Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom

Setelah itu ada Ketua DPC Demokrat Klaten, One Krisnata yang mengaku ditawari ikut KLB bahkan oleh kader parpol lain.

"Yang menarik dua atau tiga hari lalu ada yang menawarkan saya pribadi tapi bukan kader Demokrat, saya tidak perlu sebut nama, kader partai lain. Meminta saya ikut KLB dan mengimingi. Nggak usah lah. Kita solid apapun kita bersama Pak AHY," tegas One.

Terkait iming-iming duit dari mantan Ketua DPC Demokrat di Jateng ini, Ketua DPD Demokrat Jawa Tengah, Rinto Subekti, tak menjawab lugas. Dia menyebut pihaknya telah memecat dua ketua DPC di Jateng, yakni dari Blora dan Tegal.

"Ya (ada) kan ada yang di-plt-kan (diganti)," kata Rinto.

Rinto berharap hasil acara yang diklaim KLB Demokrat di Deli Serdaang itu tak diakui Kementerian Hukum dan HAM. Dia menyebut AHY sebagai ketua umum Partai Demokrat yang sah, bukan Kepala Kantor Staf Kepresidenan (KSP) Moeldoko.

"Kepada pemerintah dalam hal ini (Kementerian) Hukum dan HAM agar tidak mengesahkan pengurusan KLB yang sedang berlangsung. Kami di Jateng akan siap berdiri di depan membela Ketua Umum AHY dan Ketua Majelis Tinggi, SBY," ucap Rinto.

Sebelumnya diberitakan, eks Ketua DPC Demokrat Blora Bambang Susilo menyatakan menghadiri acara KLB Partai Demokrat di Deli Serdang, Sumut kemarin. Bambang yang telah dipecat oleh Ketum Demokrat AHY itu pun mengaku tak ambil pusing dengan statusnya. Bambang juga menepis menjanjikan sejumlah uang agar para kader mengikuti acara KLB Demokrat di Deli Serdang itu.

"Mengada-ada! Tidak pernah, saya tidak pernah menawarkan hal demikian (sejumlah uang) kepada mereka. Kalaupun ada itu sifatnya hanya sebagai pengganti transportasi, jumlahnya berapa saya tidak tahu. Karena sampai saat ini saya belum menerima," kata Bambang saat dihubungi detikcom, kemarin.

Halaman

(ams/ams)