Pemkot Solo Klaim Zona Kuning Corona: Pengaruh PPKM

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 19:33 WIB
Poster
Foto: Ilustrasi virus Corona atau COVID-19 (Edi Wahyono)
Solo - Pemkot Solo menyebut kasus virus Corona atau COVID-19 di Solo menunjukkan penurunan. Pemkot mengklaim saat ini Solo sudah masuk zona kuning berdasarkan data Gugus Tugas COVID-19.

Hal tersebut ditunjukkan dari peta kasus COVID-19 tiap RT. Dari 2.789 RT di Solo, hanya 6 persen yang masih menunjukkan zona kuning dan sisanya merupakan zona hijau.

"Sekarang Solo zona kuning. Kalau dilihat per RT, hanya 177 RT dari 2.789 RT yang zona kuning, lainnya sudah hijau," kata Sekretaris Daerah Solo sekaligus Ketua Pelaksana Harian Gugus Tugas COVID-19 Solo, Ahyani, saat dijumpai di Balai Kota Solo, Rabu (3/3/2021).

Menurutnya, Solo memang sempat menjadi zona merah Corona dengan penambahan kasus yang tinggi. Penambahan kasus harian sempat mencapai ratusan orang positif COVID-19.

"Puncaknya kan waktu libur panjang Maulud Nabi sampai Tahun Baru 2021 kemarin. Kasus aktifnya sampai 1.000 itu, sekarang separuhnya," ujarnya.

Ahyani menilai penurunan kasus salah satunya disebabkan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) dan kini berlanjut menjadi PPKM Mikro. Namun demikian, masyarakat tetap diminta tidak lengah dan terus disiplin menerapkan protokol kesehatan.

"Tentu PPKM ini ada pengaruhnya. Sekarang penambahan kasus harian di kisaran 30," katanya.

Kini Pemkot Solo terus mempercepat proses vaksinasi untuk berbagai kalangan masyarakat. Dengan demikian, diharapkan angka COVID-19 bisa menurun hingga menjadi zona hijau.

"Kita sudah mulai vaksinasi dari orang yang berisiko tinggi, mulai tenaga kesehatan, pelayanan publik, pedagang, lansia, setelah ini guru. Ya semoga bisa semakin turun lagi," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Solo, Siti Wahyuningsih, mengatakan ruang isolasi rumah sakit saat ini semakin lengang. Bahkan sejumlah rumah sakit mengajukan agar ruang isolasi bisa dikembalikan untuk pasien umum.

"Sudah ada 16 rumah sakit yang mengajukan itu. Kita perbolehkan kecuali RSUD Bung Karno dan RSUD Ngipang. Tetapi harus standby kalau terjadi penambahan lagi," kata Siti Wahyuningsih.

Hingga Rabu (3/3), jumlah akumulasi kasus COVID-19 di Solo mencapai 9.551 orang positif atau bertambah 22 orang dibandingkan hari sebelumnya. Rinciannya 8.524 orang sembuh, 464 orang isolasi mandiri, 100 orang dirawat dan 463 orang meninggal dunia. (rih/ams)