Kuasa Hukum Ungkap Detik-detik Walkot Tegal Digeledah Polisi di Hotel

Imam Suripto - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 13:00 WIB
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhammad Jumadi, Selasa (2/3/2021).
Wali Kota Tegal Dedy Yon Supriyono dan Wakil Wali Kota Muhammad Jumadi, Selasa (2/3/2021). (Foto: Imam Suripto/detikcom)

Basri mengatakan Bella merupakan tokoh fiktif. Walkot Dedy disebutnya tak mengenal perempuan itu.

"Bella ini katanya sudah tidak bisa dihubungi. Dan wali kota tidak mengenal wanita dimaksud. Bella yang saya kenal justru istrinya wali kota itu. Jadi alasan sumber info dari Bella tidak kuat," urainya.

Basri kemudian mengungkap satu nama anggota polisi yakni AKP Samuel. Dari polisi inilah, kata Basri, keterlibatan Wawali Jumadi dalam laporan itu terungkap.

Basri mengatakan perkenalan Wawali Jumadi dengan AKP Samuel ini difasilitasi oleh Akbar. Akbar disebut Basri sebagai sahabat Wawali Jumadi.

"Akbar ini anak dari Wakil Menteri Agama. Karena curhatnya Jumadi dengan Akbar maka dikenalkan dengan polisi di Polda Metro. Setelah kenal, dibuatlah skenario itu," kata Basri.

Basri menyebut rentetan kronologi ini berdasarkan klarifikasi petugas Polda Metro di hadapan Walkot Dedy. Klarifikasi ini, kata Basri, juga disaksikan oleh Sekretaris Pemkot Tegal, Johardi.

"Data ini merupakan hasil klarifikasi petugas setelah terjadi penggerebekan. Ini disaksikan oleh Johardi dan direkam," sambungnya.

Saat dimintai konfirmasi terkait pernyataan Basri di atas, Wakil Wali Kota Tegal, M Jumadi, tidak bersedia memberikan komentar.

"Ora, ora (tidak, tidak). Hus ora, ora," jawabnya singkat sambil meninggalkan para wartawan.

Sedangkan sebelumnya, Walkot Tegal Dedy saat ditanya soal aduan rekayasa kasus ini memilih menyerahkannya kepada GNPK-RI.

"Untuk urusan hukum pelaporan ke Polda Jateng sudah dipasrahkan ke GNPK-RI," kata Dedy Yon kepada wartawan, Kamis (25/2).

Dedy menyebut dirinya selaku wali kota akan tetap fokus terhadap jalannya pemerintahan untuk melayani masyarakat di Kota Tegal. Dia menegaskan masalah pengaduan ke polisi jangan sampai mengganggu jalannya pemerintahan, sehingga semua terkait pengaduan ke polisi telah dikuasakan ke GNPK-RI.

"Saat ini fokus terhadap jalannya pemerintahan untuk melayani masyarakat," ujarnya.

Halaman

(sip/mbr)