Round-up

Harapan Masa Depan Alfian, Siswa SMK yang Kehilangan 2 Tangan Saat PKL

Achmad Syauqi - detikNews
Rabu, 03 Mar 2021 08:36 WIB
Alfian bersama ayahnya dijenguk Kades Sawit, Maryadi, Klaten, Selasa (2/3/2021).
Alfian bersama ayahnya dijenguk Kades Sawit, Maryadi. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten -

Kisah pilu Alfian Fahrul Nabila (18) siswa kelas XI salah satu SMK di Klaten yang dua tangannya diamputasi viral di media sosial. Kedua tangannya diamputasi setelah tersengat aliran listrik saat mengikuti praktik kerja lapangan (PKL).

Kondisi anak pertama pasangan Wagimin (55) dan Tri Ismani (54) itu terkuak setelah sempat viral di media sosial. Kisah pilu warga Dusun Dalem, Desa Sawit, Kecamatan Gantiwarno, Klaten itu diunggah di beberapa grup Facebook dan mendapatkan seribuan tanggapan.

Salah satu akun Fthya***** mengunggah kisah Alfian di grup Facebook ISK-Info seputar Klaten. Disertai foto Alfian bertelanjang dada dengan tangan teramputasi diiringi kalimat cerita di antaranya sebagai berikut:

"Alfian seorang siswa kelas XI yang sedang belajar praktik industri di dunia usaha tak akan menyangka bakal kehilangan kedua tangannya saat PKL....."

Saat dijumpai detikcom di rumahnya, Alfian menceritakan kembali kecelakaan yang dialaminya. Kecelakaan tragis itu terjadi tanggal 9 Maret 2020.

"Kejadiannya saat itu tanggal 9 Maret 2020 sekitar pukul 16.30 WIB saya sedang PKL memasang jaringan WiFi di Kecamatan Wedi. Saya mau naikkan pipa tiang antena tapi tidak kuat dan ambruk kena kabel listrik," cerita Alfian kepada detikcom, Selasa (2/3).

Alfian mengatakan saat itu dia membawa tiang besi sepanjang 4 meter naik ke atas genteng. Sementara lima temannya berada di bawah. Hingga akhirnya dia tersengat listrik dan jatuh dari ketinggian.

"Saya tidak kuat nahan pipa 4 meter itu karena saya naik sendiri dan teman saya di bawah. Saya tersengat dan tersangkut di genteng, tak sadarkan diri," sambung Alfian.

Begitu sadar, papar Alfian, dirinya sudah di rumah sakit. "Saat naik ke genteng sendiri saya juga seperti tidak sadar kalau ada kabel listrik. Sampai akhirnya satu per satu tangan diamputasi dokter," ungkap Alfian.

Paman Alfian, Purwanto, yang juga juru bicara keluarga menjelaskan, saat perawatan Alfian di rumah sakit pihak keluarga sudah mengupayakan agar kedua tangannya bisa dipertahankan. Tapi dua minggu kemudian akhirnya pilihan sulit datang karena harus diamputasi.

"Dari awal sudah kita usahakan tapi titik akhirnya harus diamputasi. Sebab dua minggu berselang tidak ada perkembangan membaik dan tangan kanan menghitam," kata Purwanto.

Purwanto menjelaskan, tangan Alfian yang diamputasi pertama adalah tangan kanan. Dua minggu kemudian tangan kiri yang harus diamputasi.

"Dari awal sudah kita usahakan tapi titik akhirnya harus diamputasi. Sebab dua minggu berselang tidak ada perkembangan membaik dan tangan kanan menghitam," kata Purwanto.

Purwanto menjelaskan, tangan Alfian yang diamputasi pertama adalah tangan kanan. Dua minggu kemudian tangan kiri yang harus diamputasi.

"Dua minggu setelah tangan kanan, tangan kiri mulai menghitam, membusuk. Oleh dokter disarankan juga diamputasi sebab jika tidak bisa meracuni jaringan di dalam tubuh," papar Purwanto.

Selanjutnya: Sempat merasa terpuruk dan harapannya untuk masa depan

Simak juga 'Polisi Tangkap 10 Pelaku Aksi Sweeping Berkedok Ormas di Solo':

[Gambas:Video 20detik]



Selanjutnya
Halaman
1 2