Truk Angkut Rokok Ilegal Senilai Rp 1 M Diamankan di Jalan Kudus-Demak

Dian Utoro Aji - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 19:45 WIB
Truk pengangkut sejutaan rokok ilegal senilai Rp 1 miliar diamankan petugas Bea Cukai Kudus
Truk pengangkut sejutaan rokok ilegal senilai Rp 1 miliar diamankan petugas Bea Cukai Kudus (Foto: dok. Bea Cukai Kudus)
Kudus - Petugas Bea Cukai Kudus menggagalkan peredaran rokok ilegal sebanyak 1.088.000 batang jenis sigaret kretek mesin (SKM). Rokok ilegal senilai Rp 1,11 miliar itu diamankan dari truk di ruas Jalan Raya Kudus menuju Demak.

"Rokok ilegal sebanyak 1.088.000 batang jenis sigaret kretek mesin (SKM) kita amankan. Total nilai barang diperkirakan Rp 1,11 miliar, dengan potensi kerugian negara Rp 729,31 juta," kata Kepala Bea Cukai Kudus, Gatot Sugeng Wibowo, dalam keterangan tertulis kepada wartawan, Senin (1/3/2021).

Gatot menyebut peristiwa itu terungkap saat ada laporan soal truk yang mengangkut rokok ilegal dari wilayah Jepara, Jawa Tengah, pada Minggu (28/2) dini hari. Petugas Bea Cukai Kudus lalu menyisir di ruas Jalan Kudus-Demak dan Jepara-Demak.

"Kronologi kejadian setelah mendapatkan informasi tim melakukan penyisiran sepanjang jalan Kudus-Demak dan Jepara-Demak. Sekitar pukul 03.30 WIB, kami menemukan titik lokasi sarana pengangkut sedang melaju dari Kudus menuju Demak," ujarnya.

"Kendaraan berhasil diamankan di Jalan Kudus-Demak turut Desa Wonosalam Kabupaten Demak," sambung Gatot.

Dari penindakan ini petugas turut mengamankan tiga orang yang mengendarai truk tersebut. Mereka lalu dimintai keterangan terkait jutaan batang rokok ilegal itu.

"Tiga orang berinisial MS, MI, dan NG mengendarai truk. Mereka nekat mengirim rokok ilegal dari wilayah Jepara," jelasnya.

Gatot menyebut ketiganya terancam hukuman penjara jika terbukti mengedarkan rokok ilegal. Pidana penjara yang mengancam yakni paling lama lima tahun bui.

"Pasalnya 54 dan 56 UU RI nomor 39 tahun 2007 tentang perubahan atas UU nomor 11 tahun 1995 tentang cukai. Paling singkat satu tahun dan paling lama lima tahun," tegasnya. (ams/rih)