Todongkan Air Gun, Sekuriti Toko Emas di Semarang Rampas Duit Ratusan Juta

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Senin, 01 Mar 2021 17:21 WIB
Aris (paling kanan bertongkat) ditangkap polisi karena rampas uang toko emas senilai Rp 429 juta
Aris (paling kanan bertongkat) ditangkap polisi karena rampas uang toko emas senilai Rp 429 juta. (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Seorang sekuriti toko emas di Kota Semarang ditangkap tim Polrestabes Semarang. Pelaku bernama Aris Jamianto (43) itu merampas uang milik toko emas tempatnya bekerja saat akan disetor ke bank.

Peristiwa perampasan itu terjadi Kamis (25/2) lalu. Saat itu Aris bertugas menemani saksi, Nur Darmawan, yang juga merupakan karyawan toko Emas Semarang Nusantara untuk menyetor uang ke bank menggunakan mobil. Namun dalam perjalanan sekitar Jalan Menteri Supeno Semarang, Aris menodongkan air gun ke arah Nur.

"Di dalam perjalanan saksi Nur Darmawan oleh tersangka ditodongkan air gun dan uangnya diambil oleh tersangka. Saksi disuruh kembali ke toko dan yang bersangkutan melarikan diri," kata Kapolrestabes Semarang, Kombes Irwan Anwar, saat jumpa pers di kantornya, Senin (1/3/2021).

Irwan menyebut saat itu Aris merampas uang sebanyak Rp 429 juta. Polisi lalu melakukan pengejaran terhadap Aris yang dipimpin Kanit Resmob Polrestabes Semarang Iptu Reza Arif Hadafi di Kabupaten Kendal pada Sabtu (27/2) lalu.

"Uang yang dibawa atau dirampas (tersangka Aris) Rp 429 juta sekarang sisa 220 juta sekian," terang Irwan.

"Pelaku ini sudah bekerja di toko emas itu selama satu tahun," sambung Irwan.

Tak hanya Aris, polisi juga menangkap kedua rekannya yakni Bisri (45) dan Mustakim (43). Keduanya, kata Irwan, turut menikmati duit rampasan toko emas tersebut.

"Dua orang itu ikut serta menikmati uang hasil kejahatan yang dilakukan oleh tersangka. Masing-masing menerima uang sebesar Rp 40 dan Rp 15 juta," jelasnya.

Dari tangan tersangka, polisi menyita uang senilai Rp 220.950.000 yang merupakan sisa dari duit yang dirampas. Selain itu, polisi juga menyita empat unit ponsel, dua sepeda motor, dan sepucuk air gun.

Kepada polisi, tersangka Aris mengaku aksi nekat itu dia lakukan karena terlilit utang. "Dari hasil pemeriksaan sementara, dia melakukan karena terdorong beban ekonomi dan dia mempunyai utang yang harus dilunasi," jelas Irwan.

Atas perbuatannya, tersangka Aris dijerat dengan pasal 368 KUHP tentang Perampasan sedangkan kedua rekannya dijerat pasal 480 KUHP tentang Penadah. Aris terancam hukuman 9 tahun penjara, sementara kedua rekannya terancam hukuman 4 tahun penjara.

Redaksi melakukan pengubahan judul berita karena ada misinterpretasi terkait tugas dan status pelaku bukan sebagai satpam melainkan pegawai yang bertugas di bidang keamanan internal toko. Redaksi meminta maaf atas kekeliruan pada berita sebelum diubah.

Tonton juga Video: Dor! Aksi Koboi Jalanan di Sleman, Remaja Tembak Pemotor Pakai Air Gun

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)