Jawa Tengah Dilanda Banjir, Ganjar: Salahkan Gubernur

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Kamis, 25 Feb 2021 09:17 WIB
Gubernur Jateng Ganjar Pranowo saat meninjau banjir di Kota Pekalongan, Rabu (17/2/2021)
Ganjar Pranowo saat meninjau banjir di Kota Pekalongan, Rabu 17/2/2021. (Foto: Robby Bernardi/detikcom)
Semarang -

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo membuka diri jika memang harus disalahkan karena banjir yang terjadi di beberapa daerah. Ia menegaskan kepala daerah dan petugas di lapangan sudah berusaha keras menangani banjir.

Ganjar pertama kali mengungkapkan hal itu pertama kali lewat akun twitternya yang menjawab cuitan akun @aditya180204 soal banjir di Kota Semarang yang berbunyi "Padahal kalau mau pak @ganjarpranowo bisa menyalahkan walikota lalu salahkan air kiriman Ungaran".

Lewat akun @ganjarpranowo, Ganjar menjawab, "Saya yang salah. Yang lain sudah bekerja dengan baik".

Menanggapi cuitannya itu, Ganjar menjelaskan dirinya sebagai Gubernur pantas disalahkan jika memang dalam sebuah bencana harus ada yang bertanggung jawab.

"Kalau mau menyalahkan ya salahkan saya saja. (Banjir) Kan ada di Pekalongan, ada di Kudus, ada di Pati ada di Kota Semarang, gitu kan? Karena keinginannya ada yang harus bertanggungjawab dan disalahkan, lebih baik salahkan Gubernur karena banyak teman-teman di Kabupaten Kota mereka sudah bekerja dengan luar biasa," kata Ganjar ditemui di rumah dinasnya, Rabu (23/2) malam.

Ganjar Pranowo menjelaskan, memang ada yang tidak terpublikasi bagaimana penanganan bencana termasuk koordinasi yang dilakukan baik di tingkat daerah maupun yang ia lakukan.

"Orang tidak pernah tahu bahwa jam segini saya masih kontakan dengan Dinas Sumber Daya Air, ngecek evaluasi yang seperti apa, pembangunannya seperti apa, kemudian area yang tadinya banjir sekarang seperti apa penangannya seperti apa, tidak pada tahu. Kita kontak dengan Daops yang di Tawang, mereka tidak tahu, kita komunikasi dengan RT-RW atau yang komplain apakah bantuan sudah masuk, mereka tidak tahu," jelas Ganjar.

"Saya tidak mempublikasikan yang begini-begini, tetap saja dalam konteks sosiologinya pasti masyarakat akan mencari siapa yang bertanggungjawab. Lebih baik tanggungjawabnya saya ambil alih, agar semua bisa bekerja dengan tenang," imbuhnya.

Ia kemudian menceritakan pengalamannya menemui petugas pompa saat pantauan hari Rabu(23/2) kemarin. Ternyata petugas pompa pun berjuang keras bahkan ada yang bertugas hingga 24 jam memantau pompa agar tetap berjalan.

"Di (rumah pompa) Berok saya tanya, kamu berapa orang, 'satu orang Pak', 24 jam? 'satu pompa ini saya yang tanggungjawab', siapa coba yang mau bekerja seperti itu, mereka bekerja sangat luar biasa," tegasnya.

Ganjar juga sempat mengingatkan soal sampah yang ternyata berpengaruh kepada kinerja pompa. Saat pantauan ya itu ia juga melihat tumpukan sampah yang diambil dari saluran yang sempat mengganggu jalannya pompa.

"Sampah kecil-kecil ini satu bak truk tidak ada, mungkin hanya sekitar seperempat. Tapi seperempat itu kalau masuk ke pompa, pompanya mati. Maka butuh dukungan masyarakat untuk peduli menjaga lingkungan," kata Ganjar Pranowo.

Simak juga video 'Kompleks Kantor Gubernur Jateng-Simpang Lima Kebanjiran':

[Gambas:Video 20detik]



(alg/mbr)