Dicopot karena Disebut Terlibat Kudeta, Ketua PD Blora: Betul Saya Dukung KLB

Febrian Chandra - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 17:50 WIB
Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Bambang Susilo, yang dicopot karena terlibat aktif isu kudeta AHY.
Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Bambang Susilo, yang dicopot karena terlibat aktif kudeta AHY. (Foto: Febrian Chandra/detikcom)
Blora -

Ketua DPC Partai Demokrat (PD) Kabupaten Blora, Jawa Tengah, Bambang Susilo, dicopot dari jabatannya terkait isu kudeta Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD. Apa tanggapan Bambang?

Saat dimintai konfirmasi, Bambang mengatakan pencopotan jabatan ketua DPC Demokrat itu lantaran dirinya mendukung kongres luar biasa (KLB) pemilihan ketua umum PD.

"Betul, saya mendukung adanya usulan KLB pemilihan ketua umum beberapa waktu lalu. KLB itu tidak hanya memilih ketua saja namun termasuk di dalamnya perubahan AD/ART," kata Bambang saat dihubungi detikcom, Rabu (24/2/2021).

Bambang menguraikan, dirinya tidak akan berdiam diri atas keputusan DPP PD yang memecat dirinya dari jabatan Ketua DPC PD Kabupaten Blora.

"Saya akan mengambil langkah hukum sesuai dengan mekanisme aturan yang ada," terangnya.

Bambang akan melakukan somasi ketika sudah menerima surat rekomendasi pemecatan dirinya.

"Nanti tunggu 1-2 hari ke depan, sambil melihat situasinya seperti apa saya akan segera melangkah," tuturnya.

Diberitakan sebelumnya, Partai Demokrat (PD) terus melakukan pendalaman kepada para kader terkait isu kudeta atau gerakan pengambilalihan kepemimpinan (GPK) PD kepada para kader. PD telah memanggil dan memberi sanksi kepada sejumlah kader aktif yang terlibat.

"Beberapa kader dan ketua DPC telah kami panggil dan masih berlangsung ke DPP untuk memberikan keterangan yang intinya mereka (GPK PD) mengadu domba dan menebar fitnah serta berita bohong (hoax) dan tentu ada yang sudah diberi sanksi karena terbukti secara aktif dan melanggar AD/ART dan etika partai," kata Ketua BPOKK Partai Demokrat Herman Khaeron kepada wartawan, Rabu (24/2).

"Sampai saat ini kami masih terus menggali keterangan dari berbagai daerah," sambungnya.

Menurut Herman, salah satu kader aktif yang terlibat dan sudah dikenakan sanksi adalah Ketua DPC PD Kabupaten Blora. Herman menyebut jabatan Ketua DPC PD Kabupaten Blora telah digantikan menjadi pelaksana tugas atau plt.

"Ketua DPC Kabupaten Blora sudah kami plt, yang lain sedang proses, dan memang sedikit saja yang terlibat secara aktif," ujarnya.

Lebih lanjut Herman juga mengatakan sejumlah kader nonstruktural PD juga tengah diinvestigasi oleh Dewan Kehormatan PD. Ia meminta semua pihak menunggu hasil investigasi Mahkamah Partai Demokrat terkait isu kudeta itu.

"Kita tunggu saja, kami sedang menuntaskan klarifikasi dan investigasi secara komprehensif," ucapnya.

(rih/sip)