Round-Up

Akhir Cerita Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Corona Bak Anjing

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 24 Feb 2021 08:16 WIB
Anggota DPRD Bantul Supriyono bersalaman usai meminta maaf kepada Ketua FPRB Waljito di Kantor DPRD Bantul, Selasa (23/2/2021). Permintaan maaf ini terkait pernyataan pemakaman dengan protokol COVID-19 bak menguburkan anjing.
Supriyono, berpeci, bersalaman dengan Ketua FPRB Waljito. (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)
Bantul - Anggota DPRD Bantul, DIY, Supriyono yang menyebut proses pemakaman protokol COVID-19 seperti mengubur anjing dan sarat proyek dari Dinkes Bantul akhirnya meminta maaf. Supriyono mengaku khilaf.

"Kami manusia biasa yang punya ketidaksadaran, ketidaktahuan dan keterbatasan. Oleh karena itu dalam penyampaian saya di Kulon Progo kemarin ada statement yang menyakitkan teman-teman relawan," kata Supriyono saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Bantul, Selasa (23/2/2021).

Supriyono juga mengungkapkan rasa maaf atas perbuatannya tersebut. Dia mengaku tidak ada niat untuk menjatuhkan pihak manapun.

"Dalam rangka penanganan COVID-19 di Kabupaten Bantul dengan lubuk hati yang paling dalam saya mohon maaf pada semua teman-teman FPRB (Forum Pengurangan Risiko Bencana) dan semua relawan baik di Bantul dan DIY," ujarnya.

"Sekali lagi kami tidak punya sengaja untuk menjatuhkan atau menyudutkan siapa pun dari lubuk hari yang paling dalam," imbuh Supriyono.

Supriyono juga berjanji tidak akan mengulangi lagi perbuatannya. Dia juga ingin mengajak relawan untuk berkolaborasi dalam penanganan COVID-19.

"Semua jadi pembelajaran dan bagi saya ke depannya untuk lebih berhati-hati dan saya berjanji tidak akan mengulangi lagi. Sekali lagi kami mohon maaf. Mari berkolaborasi dengan baik," ujarnya.

Terkait hal ini, Wakil Ketua II DPRD Kabupaten Bantul Subhan Nawwawi menyebut tidak jadi menjatuhkan sanksi kepada Supriyono.

"Tidak (ada sanksi untuk Supriyono) karena kata maaf sudah diterima, artinya, mudah-mudahan, semoga jadi pelajaran," kata Subhan saat ditemui di Kantor DPRD Kabupaten Bantul, Selasa (23/2/2021).

Terpisah, Ketua Forum Pengurangan Risiko Bencana(FPRB) Waljito mengaku sudah meminta klarifikasi terhadap Supriyono. Dari keterangan Supriyono narasi tersebut diambil saat acara pengajian pernikahan di Kulon Progo.

"Dari keterangannya tadi, itu dilakukan saat (Supriyono menghadiri) pernikahan di Kulon Progo. karena narasi yang dibangun adalah menunjukkan kontra dengan kebijakan penanganan COVID-19," kata Waljito.

"Beliau di depan pimpinan dewan sudah mengakui kesalahannya dan meminta maaf atas ucapan yang disampaikan," imbuh Waljito.

Pihaknya pun mengaku sudah memaafkan Supriyono terkait ucapannya tersebut.

"Ketika ada yang meminta maaf dan mengaku kesalahan kita harus memaafkan. Sebagai relawan juga seperti itu, saya dengan ikhlas juga memaafkan karena beliau meminta maaf juga dengan ikhlas," lanjut Waljito.

Meski begitu, Waljito mengaku tidak akan berupaya menghentikan proses hukum terkait pernyataan Supriyono ini.

"Terkait dengan maaf kita maafkan, kalau masih terjadi kaitannya dengan masalah hukum lain silakan karena bukan kewenangan kami sebagai relawan," katanya.

Tonton video 'Geger Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman COVID-19 Bak Anjing':

[Gambas:Video 20detik]



(mbr/mbr)