2.601 Hektare Tanaman Padi di Kudus Puso Akibat Banjir

Dian Utoro Aji - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 13:43 WIB
Petani Kudus memanen sisa tanaman padi di lahan yang tergenang banjir.
Petani Kudus memanen sisa tanaman padi di lahan yang tergenang banjir. (Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)
Kudus -

Tanaman padi di persawahan seluas 3.010 hektare di Kudus terendam banjir. Tercatat ada 2.601 hektare dari jumlah tersebut mengalami gagal panen atau puso.

"Kita lahan yang tergenang 3.010 hektare di Kudus. Sedangkan lahan puso ada 2.601 hektare," kata Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Kudus, Catur Sulistiyanto, saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Selasa (23/2/2021).

Catur mengatakan rata-rata lahan persawahan yang terendam banjir selama dua pekan. Dia menjelaskan pihaknya sudah melakukan langkah pasca banjir. Mulai memberikan bantuan, asuransi, hingga melakukan pompanisasi di lahan persawahan yang terendam banjir.

"Sudah dua minggu, artinya persiapan. Benih sudah kita siapkan dan diterima. Kesiapan empat langkah pasca bencana. Benih kita sudah siapkan, terus asuransi pengajuan klaim asuransi. Kita pompa, ini langkah keempat kita di pertanian," ujarnya.

Kabid Tanaman Pangan dan Perkebunan, Dinas Pertanian dan Pangan Kabupaten Kudus, Dewi Masitoh, menjelaskan ada ribuan hektare lahan persawahan di lima kecamatan di Kudus yang mengalami puso. Di antaranya Jati, Kaliwungu, Jekulo, Mejobo, dan Undaan.

"Lahan puso 2.601 hektare, di Jati ada 62 hektare, Kaliwungu 295 hektare, Jekulo ada 475 hektare, Mejobo 399 hektare, dan Undaan 1.370 hektare," jelas Dewi saat dihubungi detikcom lewat sambung telepon siang ini.

Menurutnya sudah ada 1.886 hektare lahan persawahan yang mengalami puso mendapatkan bantuan bibit. Sedangkan ada 1.525 hektare yang masih diajukan proses tahapan kedua.

"Pengajuan bantuan bibit terhadap 1.886 hektare sudah disetujui. Proses pendistribusian ke poktan. Tahap kedua proses pengajuan 1.525 hektare," ucapnya.

"Lalu ada gerakan pompanisasi di lokasi yang ada sungai pembuangan air. Di Kirig ada 24 hektare, Mejobo ada 20 hektare, dan Setrokalangan ada 20 hektare," sambung Dewi.

Selanjutnya: kerugian yang diderita petani

Tonton juga Video "BMKG: Selain Hujan, Lahan yang Terusik Perparah Banjir Kalsel":

[Gambas:Video 20detik]



Terpisah salah satu petani, Hartono mengatakan sudah sekitar tiga pekan lahan persawahannya terendam banjir. Dia mengaku memilih lahan 4 hektare yang ditanami padi. Namun karena terendam banjir, kini mengalami gagal panen.

"Saya punya 4 hektare di sini. Itu gagal panen, karena terendam banjir 3 pekan. Padahal kemarin tinggal akan di panen saja," kata Hartono di lokasi.

Dia mengaku setiap kali menanam membutuhkan biaya sekitar Rp 10 juta per satu hektare. "Kalau biaya yang tanam Rp 10 hektare untuk setiap satu hektare. Ini saya empat hektare, kerugian sekitar Rp 40 juta," ucapnya.

Ketua Tani Sarana Tirto Desa Setrokalangan, Subroto, menambahkan di Desa Setrokalangan ada sebanyak 52 hektare lahan persawahan warga yang terendam banjir. Dari jumlah itu kata dia kesemuanya mengalami gagal panen.

"Total 52 hektare puso semuanya. Karena di sini langganan banjir," kata Subroto.

(mbr/sip)