Round-Up

Saat Wakil Rakyat Menista Pemakaman Corona Bak Mengubur Anjing

Pradito Rida Pertana - detikNews
Selasa, 23 Feb 2021 08:23 WIB
Relawan COVID-19 geruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/2/2021).
Aksi relawan memprotes pernayaan Supriyono (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bantul angkat bicara soal ucapan Supriyono yang mengaitkan Dinas Kesehatan dengan tata cara pemakaman pasien COVID-19 layaknya seperti anjing.

"OPD (organisasi perangkat daerah) itu dalam bekerja, melaksanakan kegiatan itu untuk kepentingan masyarakat. Sehingga tidak ada orientasi mencari popularitas atau keuntungan material (dari pemakaman protokol COVID-19)," kata Sekda yang juga Plh Bupati Bantul, Helmi Jamharis.

"Bahwa sebagai pejabat atau anggota DPRD mestinya bicaranya hati-hati, jangan bikin gaduh," lanjut Helmi.

Polisi pun turun tangan. "Hasil penyelidikan itu (video) saat acara nikahan dan kejadiannya di Kulon Progo, tepatnya Lendah," kata Kapolres Bantul AKBP Wachyu Tri Budi Sulistiyono saat dihubungi wartawan, Senin (22/2).

Polres Bantul saat ini masih berkoordinasi dengan Polres Kulon Progo. Untuk itu pihaknya belum bisa memastikan apakah ada pelanggaran terkait tindakan Supriyono tersebut.

"Karena TKP di Kulon Progo kita akan koordinasi dengan Polres Kulon Progo. Untuk pelanggarannya nanti kita tunggu hasil penyelidikan dulu, saya belum bisa menyampaikan pasal apa yang dilanggar," ucapnya.

Halaman

(mbr/mbr)