Anggota DPRD Bantul Sebut Pemakaman Corona Bak Anjing, Sekda: Bicara Hati-hati!

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 22 Feb 2021 18:03 WIB
Relawan COVID-19 geruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/2/2021).
Relawan COVID-19 geruduk kantor DPRD Bantul, Senin (22/2/2021). (Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom)

Diwawancara dalam kesempatan yang sama, Komandan TRC BPBD DIY Wahyu Pristiawan Buntoro menambahkan posko dukungan selama ini menaungi relawan dalam penangan COVID-19 khususnya dalam hal pemakaman.

"Kita hanya mendorong sesuai dengan perintahnya Gugus Tugas Provinsi (DIY), kita harus kawal ini. Kita juga tidak boleh tidak mengakomodir dinamikanya emosi kawan-kawan, ini lah salah satu bentuknya," ucapnya.

"Kami sampaikan pesan bahwa secara kelembagaan baik DPRD Bantul, Pemkab Bantul dan provinsi harus bersikap, dan itu harus dinyatakan. Karena ini penting, kalau tidak segera dinyatakan akan menjadi sebuah preseden buruk dalam penanganan COVID-19 ke depannya," lanjut Pristiawan.

Apalagi, kata Pristiawan, Supriyono merupakan pejabat publik yang seharusnya tidak memicu polemik di tengah masyarakat. Sehingga dia menilai DPRD perlu untuk mengambil langkah terkait apa yang dilakukan oleh Supriyono.

"Karena berpotensi membenturkan langsung masyarakat di tingkat bawah. Itu harus segera diantisipasi," ujarnya.

Sedangkan Wakil Ketua DPRD Kabupaten Bantul Subhan Nawwawi menyatakan pihaknya menerima aspirasi dari para relawan. Selanjutnya dia akan berkoordinasi dengan BKD untuk menentukan langkah selanjutnya.

"Ada beberapa tuntutan di mana Pak Supri diminta segera minta maaf. Kami pimpinan sudah mencoba menelepon Pak Supri tapi belum terjawab, tadi ditelepon sekwan masih di luar (Bantul)," katanya.

"Sesuai tata tertib, kita akan memberikan kepada BKD untuk mengundang Pak Supri agar mengklarifikasi terkait video tersebut. Dan kami pimpinan akan koordinasi dengan BKD, karena relawan minta 1x24 jam harus ada permohonan maaf," imbuhnya.

Menyoal sanksi, Subhan mengaku masih menunggu hasil klarifikasi terhadap Supriyono. "Ya nanti kita lihat hasil klarifikasi dulu," katanya.

Subhan juga mengungkapkan kekecewaannya terhadap sikap Supriyono yang terekam dalam video tersebut. Mengingat para relawan telah bekerja keras dalam penanganan COVID-19.

"Kami selaku anggota dewan prihatin dengan pernyataan seperti itu, mestinya hal seperti itu tidak dilakukan oleh pejabat publik. Apalagi relawan sudah mati-matian terlibat dalam penanganan COVID-19 selama ini, harusnya kita dukung bukan malah seperti itu," katanya.

Halaman

(rih/sip)