Bupati Klaten Soal Gedung 'Grha Megawati' Rp 90 M: Tak Terkait Politik

Achmad Syauqi - detikNews
Jumat, 19 Feb 2021 14:26 WIB
Gedung pertemuan Grha Megawati yang dibangun Pemkab di Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah.
Gedung pertemuan 'Grha Megawati' yang dibangun Pemkab di Desa Buntalan, Kecamatan Klaten Tengah. (Foto: dok. Istimewa)

Sebelumnya diberitakan, nama gedung Grha Megawati di Kabupaten Klaten, Jawa Tengah, ramai disebut di media sosial belakangan ini. Nama gedung itu disinggung saat netizen ramai membahas pembangunan museum SBY.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Perwaskim) Klaten, Pramana Agus Wijanarka, tidak membantah Pemkab sedang membangun gedung pertemuan tetapi belum resmi dinamakan Grha Megawati.

"Secara resmi belum (diberi nama Grha Megawati), kan belum ada peresmian," ungkap Pramana kepada detikcom lewat pesan singkat, Kamis (18/2).

Terpisah, Sri Mulyani menyebut gedung serbaguna itu layak dinamakan Grha Megawati. Politikus PDIP itu menyebut pembangunan gedung juga sudah mendapatkan dukungan dari masyarakat karena Klaten belum memiliki tempat yang memadai untuk acara.

"Gedung itu memang Grha yang rencananya kalau memang diperkenankan oleh Ibu Megawati, akan saya namai Grha Megawati. Karena gedung itu memang sangat layak lah kalau dinamai sesosok Ibu Megawati, presiden ke-5 RI agar orang tahu sejarah," jelas Sri Mulyani pada detikcom, hari ini.

Gedung yang dibangun dari dana APBD senilai Rp 90 miliar. Gedung ini memiliki kapasitas 3 ribu orang dilengkapi dengan tempat parkir.

Halaman

(ams/ams)