Round-Up

Duduk Perkara Link Komik Porno Tercantum Jadi Acuan Penulisan Buku Ajar SMA

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 11 Feb 2021 07:42 WIB
Pimpinan Produksi PT Cempaka Putih, Rudiyanto, Klaten, Rabu (10/2/2021).
Pihak penerbit menjelaskan duduk perkara link komik porno tercantum di buku terbitannya. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)

Rudiyanto mengatakan selain mengadu ke Kominfo, pihaknya juga berencana tidak akan lagi mengambil link dari pihak luar sebagai sumber materi untuk bukunya. "Kami tidak akan langsung mengambil link pihak luar tapi kita akan tetap sebutkan sumbernya. Setelah itu akan kita unduh dan diamankan sehingga kita punya bukti otentik," papar Rudiyanto.

Buku yang kini heboh karena tautan situs komik porno itu, terang Rudiyanto, yang sudah dicetak dan beredar mencapai ribuan sejak dicetak 2015. Sebab untuk cetakan pertama saja, terdapat minimal 5 ribu eksemplar dengan prosedur ketat.

"Pencetakan telah melalui prosedur yang ketat. Ada sembilan tahap di penerbit yang harus dilalui berjenjang mulai dari penulis ke editor, dari editor keproduct leader, ke product manager, lalu ke research and development dan seterusnya. Belum nanti oleh kementerian diteliti oleh para ahli," pungkas Rudiyanto.

General manager produksi PT Cempaka Putih, Imtam Rus Ernawati, menambahkan pihaknya baru mengetahui persoalan itu dari penulisnya yang merupakan dosen di Malang, Jawa Timur. Penulis sudah mengklarifikasi situs itu.

"Penulis dan asosiasi dosen sosiologi melaporkan kasus itu. Dia juga sudah mengklarifikasi bahwa terjadi perubahan domain itu yang sudah beralih pemilik dan beralih fungsi November 2020," jelas Imtam kepada detikcom.

Sebelumnya diberitakan, civitas pendidikan di Jawa Barat dihebohkan dengan temuan tautan (link) menuju tautan situs komik porno berbahasa China pada buku mata pelajaran Sosiologi untuk Kelas XII SMA.

Ketua Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGM) Sosiologi Jawa Barat Iwan Hermawan mengatakan buku yang diterbitkan PT Cempaka Putih asal Klaten, Jawa Tengah, tersebut telah lama terbit dan menjadi bahan ajar kurikulum 2016 mata pelajaran Sosiologi bagi SMA.

"Buku tersebut sudah lama terbit dan dia merujuk ke salah satu situs tertentu tentang budaya Sunda, ternyata situs budaya Sunda itu sepertinya sudah tidak aktif dan tidak diurus, sehingga berganti kepemilikannya atau mungkin diretas sehingga menjadi situs komik dewasa, sangat disayangkan," kata Iwan saat dihubungi detikcom, Selasa (9/2).

Halaman

(mbr/mbr)