Round-Up

5 Fakta Soal 'Ganjar Tidak Pernah Bersyukur' di Buku Agama Islam SD

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Rabu, 10 Feb 2021 08:10 WIB
Soal di buku pelajaran sebut Ganjar tidak pernah bersyukur, Selasa (9/2/2021).
(Foto: Istimewa-Tangkapan layar media sosial)

3. Dibuat sejak 2009
General Manager Tiga Serangkai, Mas Admuawan, menjelaskan bahwa soal tersebut pertama kali ditulis pada buku Pendidikan Agama Islam dan Budi Pekerti untuk kelas 3 SD terbitan tahun 2009.

"Sebetulnya itu cetakan pertama kita tahun 2009. Waktu itu kan Pak Ganjar Pranowo belum menjadi public figure seperti sekarang. Jadi nama Ganjar ini tidak berkaitan dengan Gubernur Jawa Tengah," kata Admuawan saat ditemui di kantornya, Jalan dr Soepomo, Solo, Selasa (9/2/2021).

Dia mengakui soal tersebut kemudian terus dimuat pada setiap cetakan hingga 2020. Hal itu disebabkan tidak adanya perubahan kurikulum yang signifikan.

"Karena tidak ada perubahan kurikulum yang signifikan pada pelajaran agama, kita tidak melakukan revisi. Jadi soal itu selalu terbit pada cetakan selanjutnya. Nah, yang diviralkan itu terbitan 2020," ujar dia.

General Manager Tiga Serangkai, Mas AdmuawanGM Penerbit Tiga Serangkai, Mas Admuawan. (Foto: Bayu Ardi Isnanti/detikcom)

4. Akan direvisi
Admuawan mengatakan akan segera merevisi soal tersebut. Dia nantinya juga akan melengkapi keterangan bahwa kesamaan nama dalam buku bukan merupakan kesengajaan.

"Ini tentu akan kami revisi. Akan kita ganti dengan nama lain," kata Admuawan.

Hal tersebut juga telah dijelaskan kepada Badan Kesatuan Bangsa Politik (Kesbangpol) Provinsi Jawa Tengah yang mendatangi mereka. Melalui surat resmi, Tiga Serangkai mengklarifikasi masalah itu kepada Gubernur Ganjar Pranowo.

5. Tidak berkaitan dengan radikalisme
Admuawan juga menyayangkan adanya kabar viral yang menghubungkan kasus tersebut dengan intoleran. Bahkan kabar viral sampai mengarahkan pada tindakan radikalisme.

"Kami tegaskan itu tidak ada hubungannya. Perusahaan kami menjunjung tinggi toleransi. Karyawan kami tidak semuanya muslim. Penulis kami tidak semuanya muslim. Berbagai buku kami terbitkan, bukan hanya tokoh muslim," kata dia.

Halaman

(bai/mbr)