Heboh Banjir Bandang Banyumas, Polisi Ungkap Penyebabnya

Arbi Anugrah - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 20:53 WIB
Polisi dan warga bergotong royong membersihkan bambu yang menyumbat Sungai Kaliparuk, Banyumas. Akibat meluapnya sungai ini viral disebut banjir bandang Banyumas.
Banjir, polisi dan warga bergotong royong membersihkan bambu yang menyumbat Sungai Kaliparuk, Banyumas (Foto: dok. Polsek Ajibarang Banyumas)
Banyumas -

Hujan lebat yang mengguyur Banyumas mengakibatkan banjir bandang di Sungai Kaliparuk, Kecamatan Ajibarang, Banyumas, kemarin. Banjir bandang Banyumas ini bahkan menyeret dua mobil yang terjebak di lokasi itu dan videonya menjadi viral.

Kapolsek Ajibarang AKP Wawan Dwi Leksono menjelaskan aliran sungai itu meluap pada Rabu (27/1) kemarin. Luapan sungai itu terjadi karena bagian bawah jembatan tersumbat kumpulan bambu yang terbawa arus sungai.

"Itu hujan terlalu deras, ada kayu dan pohon bambu, lama-lama tergerus dan terbawa arus, namanya bambu kan ada dapurannya, nah itu terbawa arus sungai. Sampai di jembatan itu, nyangkut sana, nyangkut sini, akhirnya ada tiga dapuran bambu nyangkut di jembatan akhirnya meluap," kata Wawan saat dihubungi detikcom, Kamis (28/1/2021).

Wawan menyebut peristiwa banjir bandang Banyumas itu tidak sesuai seperti yang dinarasikan dalam video viral. Dia menjelaskan saat Sungai Kaliparuk meluap, kondisi jalan penghubung antardusun itu terendam karena memang berkontur rendah.

"Ibaratnya seperti dibendung. Kebetulan ada mobil milik warga diparkir di situ, karena di situ pas jalannya rendah akhirnya air larinya ke situ semuanya. Itu bukan mobil terbawa banjir, itu mobil lagi di parkir di situ, itu jalan antardusun, lebarnya hanya 3 meter," jelasnya.

Wawan menerangkan usai peristiwa itu, pihaknya bersama warga dan Forkopimcam lalu mengevakuasi pohon dan bambu yang menyumbat aliran sungai tersebut. Namun, karena kondisinya sulit evakuasi baru dilakukan pada hari ini.

"Kemarin habis kejadian langsung kami dari Forkopimcam dan dari warga kita sudah mengevakuasi itu. Namun itu bambu susah, akhirnya banyak yang nonton dan videoin, akhirnya viral," jelasnya.

"Memang malamnya dari BPBD, Polresta dan Satpol PP ke sana. Hujan surut, airnya juga surut kalau yang di kali masih karena kebendung. Kalau malam melakukan pembersihan tidak bisa karena bambunya terlalu banyak paling tidak pakai alat," sambungnya.

Kegiatan evakuasi bambu dan pohon yang menyumbat aliran Sungai Kaliparuk ini pun dilakukan sejak pagi hingga sore tadi. Proses evakuasi dibantu alat berat backhoe untuk menarik bambu yang menyumbat bagian bawah jembatan tersebut.

"Tadi pakai alat backhoe buat ngangkat dapuran bambu yang menghalangi jalan air, karena ada yang masuk ke bawah jembatan jadi susah, sampai sore pukul 17.00 WIB," ujar Wawan.

Wawan menerangkan saat banjir bandang Banyumas itu terjadi tidak ada korban. Sebab, kontur rumah warga jauh lebih tinggi dibandingkan jalan.

"Jalan sama rumahnya tinggi rumahnya, tidak ada yang terdampak, tidak ada yang diungsikan juga, hanya mobil dua itu. Saat ini aliran sungai sudah lancar kembali dan penanganan banjir sudah selesai," ucapnya.

Untuk diketahui, video banjir bandang Banyumas viral di media sosial. Dalam video berdurasi 50 detik itu menyebut jalan tertutup dan bahkan ada mobil tergenang banjir. Video itu juga menampakkan derasnya aliran Sungai Kaliparuk.

"Banjir Kaliparuk antara Grumbul Kanoman, jalan terputus karena jembatan sungai Paruk yang menghubungkan Desa Kurawera dan Kanoman tertutup oleh bambu, sehingga menimbulkan banjir. Banjir meluap. Menakutkan, menakutkan sekali, banjirnya besar sekali. Ada mobil sudah dijiret (diikat) sama orang orang," kata pria dalam video tersebut.

(ams/rih)