Gunung Merapi Erupsi, 70 Ha Lahan Sayur-Pakan Ternak Terdampak

Achmad Syauqi - detikNews
Kamis, 28 Jan 2021 12:37 WIB
Puluhan hekatre lahan tanaman sayur dan pakan ternak di Klaten terdampak erupsi Gunung Merapi, Kamis (28/1/2021).
Puluhan hektare lahan tanaman sayur dan pakan ternak terdampak erupsi Gunung Merapi di Klaten. (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Puluhan hektare lahan tanaman sayur dan pakan ternak terdampak erupsi Gunung Merapi. Tanaman di lahan tersebut busuk dan rusak terkena hujan abu vulkanik Gunung Merapi.

"Sebenarnya tidak ingin petik awal, tapi kalau yang hijau tidak dipetik khawatir tidak panen. Ini cabai yang sudah mau merah saja busuk," kata petani sayur warga Dusun Grintingan, Desa Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Klaten, Widodo pada detikcom di kebunnya, Kamis (28/1/2021).

Widodo menjelaskan hujan abu terus terjadi beberapa hari terakhir. Hujan abu Gunung Merapi paling besar, kata dia, turun pada Rabu (27/1) siang dan terjadi lagi pada malamnya harinya.

"Rabu siang abu tebal lalu sore ada hujan air. Malamnya ada abu turun lagi jadi tanaman kena abu lagi," sambung Widodo.

Satu satu cara untuk menyelamatkan tanaman di lahan itu, menurut Widodo, hanya dengan menyemprotkan air. Namun hal itu dinilainya sulit sebab akan membutuhkan sangat banyak air dan hujan abu terus turun.

Cabai keriting hasil petikannya, kata Widodo, hanya laku Rp 15 ribu per kilogram. Padahal harga sebelum ada hujan abu mencapai Rp 20 ribu per kilogram.

"Ya bagaimana lagi kalau menunggu merah malah busuk dan tidak bisa panen," papar Widodo.

Kades Tegalmulyo, Kecamatan Kemalang, Sutarno, mengatakan lahan yang paling terdampak abu adalah lahan sayur dan rumput pakan. Luasan terdampak mencapai sekitar 70 hektare.

"Kalau sayur yang terdampak sekitar 70 hektare. Tanamannya ada tomat, cabai, kol dan loncang yang terancam busuk," jelas Sutarno pada detikcom di kantornya.

Menurut Sutarno, kembang kol yang saat ini sudah mulai panen kondisinya memprihatinkan. Sebab jika tidak dipanen bisa busuk.

"Tadi kita cek memprihatinkan sebab sayur kol yang siap panen abunya tidak hilang. Kalau dipetik harus dicuci dan waktunya lama," kata Sutarno.

Petugas Penyuluh Lapangan Dinas Pertanian Ketahanan Pangan dan Perikanan (PPL DPKPP) Pemkab Klaten, Andi Winarka, mengatakan telah mendata lahan terdampak erupsi Gunung Merapi. Informasi sementara luas lahan sayur dan pakan yang terdampak erupsi Gunung Merapi mencapai puluhan hektare.

"Untuk lahan sayur dan pakan sekitar 70 hektare. Disemprot air tidak memungkinkan, sebab lahan begitu luasnya dan satu satunya jalan menunggu hujan," kata Andi pada detikcom di balai Desa Tegalmulyo.

Andi mengungkap Pemkab Klaten sudah mengirimkan bantuan pakan ternak kepada warga. Bantuan tersebut berupa konsentrat dan jerami untuk warga peternak.

"Untuk (tanaman) sayur ya hanya mengandalkan air hujan agar abu hilang," pungkas Andi. (sip/ams)