Area Lahan Pembangunan Bandara Purbalingga Tergenang Banjir

Vandi Romadhon - detikNews
Rabu, 27 Jan 2021 21:55 WIB
Kondisi banjir di area lahan pembangunan bandara Purbalingga, Rabu (27/1/2021).
Kondisi banjir di area lahan pembangunan bandara Purbalingga, Rabu (27/1/2021). Foto: dok. tangkapan layar/istimewa
Purbalingga -

Area lahan pembangunan Bandara Jenderal Soedirman, Purbalingga, tergenang banjir. Banjir juga menggenangi lahan pertanian warga dan akses jalan Desa Kemangkon, Kecamatan Kemangkon.

Kepala BPBD Purbalingga Umar Fauzi saat dimintai konfirmasi mengaku belum mengetahui penyebab banjir di area lahan bandara Purbalingga itu.

"Inggih (ya) Mas, lagi dicek tim, kondisi air masih selutut namun kita belum mengetahui penyebabnya," kata Umar saat dihubungi, Rabu (27/1/2021).

Sementara itu, salah satu warga setempat, Abdilah, mengatakan banjir mulai terjadi sekitar pukul 16.00 WIB tadi. Saat itu hujan lebat.

"Air mulai naik sore tadi sekitar pukul 16.00 WIB menggenangi akses menuju dua dusun yaitu Dusun Kemojing dan Dusun Kemangkon. Selain itu sawah warga yang baru ditanami satu bulan ini rusak," kata salah satu warga setempat, Abdilah, kepada detikcom saat ditemui di rumahnya.

Menurutnya, sejak adanya pembangunan bandara Purbalingga, daerah itu sering terendam banjir. Ia menduga penyebabnya adalah pengarugan tanah yang tinggi dan drainase pembangunan bandara kurang baik.

"Awalnya daerah itu kan perkampungan, setelah pembebasan lahan dan dibangun bandara resapan airnya belum beres, apalagi tinggi arugan mencapai dua meter pasti kalau hujan ke bawah semua airnya," terangnya.

Abdilah berharap agar pihak pelaksana proyek pembangunan bandara Purbalingga segera memikirkan masalah resapan tanah. Sehingga setiap turun hujan besar tidak terjadi permasalahan yang sama.

Pihak desa setempat, lanjutnya, sempat berkoordinasi dengan pihak bandara Purbalingga. Namun sampai saat ini belum ada tanggapan serius mengenai permasalahan itu.

"Sudah berkomunikasi dengan bandara, karena banjir ini bukan yang pertama kali namun sampai saat ini belum ada tindak lanjut," katanya.

(rih/mbr)