Heboh Kasus Karangan Bunga Tagih Utang Rp 1 M, Polisi Periksa Saksi

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 20:20 WIB
Cara menagih utang dengan mengirimkan karangan bunga pernikahan
Karangan bunga menagih utang Rp 1 miliar ke pernikahan yang viral (Foto: Dok. Pribadi Iren)
Sragen -

Aksi tagih utang Rp 1 miliar lewat karangan bunga ke acara pernikahan di Sragen berbuntut laporan pihak pengantin ke polisi. Polisi saat ini mulai memeriksa saksi-saksi terkait kasus ini.

"Sudah (terima laporan). Saat ini masih proses lidik (penyelidikan), kita masih periksa saksi-saksi," ujar Kasat Reskrim Polres Sragen AKP Guruh Bagus Eddy Suryana saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/1/2021).

Guruh mengatakan pelapor merupakan pihak pengantin yang mendapatkan kiriman bunga saat pesta pernikahannya. Sementara pihak yang memiliki permasalahan utang piutang ini adalah adik pengantin, Mia Widaningsih selaku pengelola arisan.

"Pengadu sendiri (laporannya) terkait pencemaran nama baik. Yang bersangkutan merasa tidak menikmati atau menggunakan uang tersebut, penyampaiannya seperti itu," terang Guruh.

Dalam kasus ini, polisi tengah menjajaki kemungkinan untuk menerapkan UU Informasi dan Transaksi Elektronik (ITE). Namun, kepastian pasal yang disangkakan akan diputuskan usai gelar perkara.

"Kita lagi lihat terkait aduannya, memang saat itu penerapan pasal kita ITE ya, karena itu kan disebarluaskan lewat media sosial. Nanti kita gelar, nanti kita lihat," jelas Guruh.

Guruh juga membenarkan telah menerima laporan terkait penggelapan duit dari para pihak member arisan sebelum kasus karangan bunga tagih utang Rp 1 miliar ini. Pihaknya memastikan, penyelidikan kedua laporan ini tetap berjalan.

"Kalau kita prosedurnya ya tetap lidik sendiri-sendiri karena perkaranya lain," jelasnya.

Dihubungi terpisah, Mia mengaku sebagai pengelola arisan yang dituding menggelapkan uang Rp 1 miliar tersebut. Dia menyayangkan karangan bunga itu dikirim ke acara pernikahan kakaknya.

"Malu, jelas malu. Kami syok sampai tidak berani keluar rumah," kata Mia, hari ini.

Sementara itu, pihak terlapor sekaligus pengirim karangan bunga tagih utang Rp 1 miliar, Irene Junita mengaku tak mempersoalkan pelaporan ini.

"Saya nggak masalah sih (dilaporkan), karena kan bukti sudah ada. Kalau dia merasa namanya terhina atau dipermalukan kan seharusnya dia dari awal nggak usah susah-susah payah gitu lho," cetus Irene.

(ams/ams)