Sadis! Pria di Grobogan Ini Tusuk Leher Pasangan Gaynya hingga Tewas

Febrian Chandra - detikNews
Sabtu, 23 Jan 2021 15:53 WIB
ilustrasi LGBT, LGBT, Gay, sex, lesbian, transgender (Andhika-detikcom)
Foto: ilustrasi LGBT (Andhika-detikcom)
Grobogan - Seorang pemuda berinisial IAT (19) jadi korban pembunuhan pasangan sesama jenisnya (gay) di Grobogan, Jawa Tengah. Korban tewas ditusuk oleh pria yang dikenalnya lewat media sosial (medsos).

"Korban masih remaja berinsial IAT berumur 19 tahun warga Desa Milir, Kecamatan Gubug ditemukan tewas dengan 5 luka tusukan pada bagian leher," kata Kapolres Grobogan AKBP Jury Leonard Siahaan saat dihubungi detikcom, Sabtu (23/01/2020).

Peristiwa nahas itu terjadi di Desa Terkesi, Kecamatan Klambu, Grobogan, Jumat (22/1) kemarin sekitar pukul 18.00 WIB. Jury menyebut korban mengenal pelaku Joko Kurniawan (26) dari aplikasi media sosial dan berlanjut pertemuan di rumah korban.

"Ada hubungan sesama jenislah antara korban dan pelaku ini, yang belum lama berkenalan melalui aplikasi sosial media. Lalu sepakat untuk bertemu di rumah pelaku dan melakukan aktivitas seksual", ungkap Jury.

Jury menyebut usai melakukan hubungan intim, pelaku Joko sempat meminta uang kepada korban. Karena korban menolak membayar, pelaku lalu emosi dan nekat mengambil pisau dapur untuk menusuk korban.

"Pelaku dan korban adalah LGBT, dan setelah melakukan hubungan korban tidak mau membayar sehingga pelaku melakukan pembunuhan," terangnya.

Pelaku lalu membungkus jasad korban dengan kasur di lantai dan membuangnya ke semak-semak di pekarangan. Jarak pekarangan itu dengan rumah pelaku sekitar 16 meter.

"Jadi setelah dibunuh korban lalu dibungkus menggunakan kasur lantai, dan dibuang ke semak-semak di depan rumah pelaku", tambahnya.

Pelaku sempat melarikan diri menggunakan motor korban ke rumah temannya di Dusun Beran Desa Terkesi, kecamatan Kelambu, Kabupaten Grobogan. Namun, aksinya keburu ketahuan warga yang sudah melaporkan ke polisi.

"Pelaku sudah kita amankan dan saat ini sedang diperiksa. Sementara jasad korban dibawa ke RSUD untuk dilakukan visum," terang Jury.

Atas perbuatannya pelaku dikenakan pasal 338 KUHP tentang pembunuhan. Joko terancam pidana paling lama 15 tahun bui. (ams/ams)