Hii... 2 Ekor Ular Sanca Ditangkap Warga di Tengah Banjir Pekalongan

Robby Bernardi - detikNews
Selasa, 19 Jan 2021 20:05 WIB
Ular sanca ditangkap warga di tengah banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021).
Ular sanca ditangkap warga di tengah banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom
Kota Pekalongan -

Dua ekor ular sanca ditangkap warga di tengah banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah. Dua ular sanca itu masing-masing panjang sekitar satu meter dan dua meter.

Ular tersebut ditangkap warga di genangan banjir di permukiman Sampangan, Kecamatan Pekalongan Timur.

"Kita lagi di lokasi banjir, ada gerakan air aneh, ternyata ular. Saya biasa menangkap ular, lantas kita giring dan kita tangkap, saya bersama tiga warga lainnya," kata Eko Supriyanto, warga Sampangan, Selasa (19/1/2021).

Menurutnya, ular tersebut jenis sanca kembang yang panjangnya sekitar dua meter. Ular itu diduga terbawa luapan banjir dari Kali Loji.

"Ular sanca kembang. Kebawa air sungai yang meluap hingga masuk ke permukiman sini," jelasnya.

Setelah menangkap ular tersebut, Eko kembali menangkap ular jenis yang sama dengan ukuran lebih pendek.

"Setelah ular ini, kita juga menangkap ular yang sama, namun panjangnya satu meter. Saat ini ularnya diminta orang yang satu meter itu," ujarnya.

Eko menambahkan saat banjir luapan Kali Loji, biasa ditemukan hewan-hewan dari sungai yang ikut terbawa arus hingga masuk ke permukiman.

Ular sanca ditangkap warga di tengah banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021).Ular sanca ditangkap warga di tengah banjir di Kota Pekalongan, Jawa Tengah, Selasa (19/1/2021). Foto: Robby Bernardi/detikcom

Sementara itu, relawan Sioux Penyelamat Ular di Kota Pekalongan, Yudha Wijaya, membenarkan kondisi banjir bisa membawa hewan-hewan liar masuk ke permukiman. Sebab binatang tersebut terbawa arus sungai.

"Ya, biasanya selain air sungai yang meluap ada ularnya juga. Itu biasa terjadi," kata Yudha kepada detikcom.

Yudha pun mengimbau warga untuk selalu berhati-hati. "Warga ya harus hati-hati. Jika akan diamankan atau ditangkap, minimal orang yang berpengalaman yang tahu spesiesnya," jelasnya.

"Jangan sampai karena ingin berusaha mengamankan justru menimbulkan celaka, karena tidak berpengalaman itu," lanjutnya.

Selain itu, Yudha menyebut warga bisa menghubungi petugas pemadam kebakaran, relawan atau pecinta reptil. "Ya harapan saya, ketika menemukan itu, warga menghubungi petugas pemadam kebakaran atau pecinta reptil," pesan Yudha.

(rih/ams)