Kapal Laka Laut, Belasan ABK Dilaporkan Hilang di Perairan Jepara

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 16 Jan 2021 14:45 WIB
Ilustrasi kapal tenggelam atau kecelakaan kapal(Dok detikcom)
Foto: Ilustrasi kapal tenggelam (dok. detikcom)
Jepara -

Sebanyak 12 anak buah kapal (ABK) dilaporkan hilang di perairan Jepara, Jawa Tengah. Kini proses pencarian belasan ABK itu masih dilakukan.

"Kita sejak Rabu (13/1) kemarin mulai melakukan pencarian nelayan hilang. Ini diketahui setelah ada dua nelayan ditemukan dalam kondisi selamat di perairan Jepara dan dievakuasi ke Pantai Pailus Jepara. Ini masih ada 12 orang yang dilaporkan belum ketemu," kata Koordinator Basarnas Semarang Cabang Jepara, Whisnu Yuas, saat dihubungi detikcom lewat sambungan telepon, Sabtu (16/1/2021).

Whisnu menjelaskan, kronologi kejadian awalnya pada Sabtu (9/1) kapal Berkah Abadi jenis cantrang berangkat dari Pelabuhan Batang dengan jumlah ABK ada sebanyak 14 orang. Mereka bertujuan ke arah Kalimantan.

Lalu pada Minggu (10/1) kapal tersebut diduga terjadi tabrakan dengan kapal tanker warna merah dari arah Jakarta tujuan arah Surabaya. Sehingga menyebabkan haluan depan kiri kapal bocor dan tenggelam.

"Lalu 14 ABK itu membuat rakit untuk menyelamatkan diri. Pada Selasa (12/1) ada satu ABK wafat dan dibungkus dengan karpet dan ditempatkan di rakit. Pada hari itu juga sorenya ombak di laut begitu besar sehingga menyebabkan jenazah terlepas dan hilang," terang Whisnu.

Selanjutnya pada Selasa (12/1) malam lima ABK memecah rakit untuk menyelamatkan diri. Mereka beranggapan melihat lampu suar PLTU Batang. Pada itu juga tersisa delapan orang di atas rakit.

"Saat tengah malam ABK ini memisah lagi dari rakit, ada tiga orang. Tinggal lima ABK, kemudian pada Rabu (13/1) di sekitaran PLTU Jepara ada tiga ABK yang memisahkan diri naik ke kapal Cumi. Hingga akhirnya ada dua nelayan diselamatkan nelayan Jepara dan dievakuasi ke Pantai Pailus Jepara. Dua orang yang berhasil dievakuasi dalam kondisi selamat adalah Saeri dan Kadarso," sambung dia.

Whisnu mengatakan hingga Sabtu (16/1) siang ini proses pencarian masih dilakukan oleh tim gabungan. Ada sekitar 50 personel gabungan melakukan pencarian di perairan Jepara lokasi ditemukan dua nelayan tersebut.

"Sejak hari Rabu kemarin waktu ditemukan kemudian kita melakukan pencarian. Untuk personel kita gabungan Basarnas TNI Polri dan unsur terkait. Jadi, hari ini, tadi pagi melaksanakan apel biasa. Kita dibagi menjadi tiga tim. satu tim Jepara, dan satu tim Semarang dan satu tim Polair. Sesuai SOP kita melakukan pencarian selama tujuh hari," ungkapnya.

Dia mengakui ada kendala saat proses pencarian nelayan yang hilang tersebut. Pertama karena di perairan laut Jepara gelombang sedang tinggi. Menurutnya ketinggian ombak di antara 1 sampai 2 meter.

"Pertama karena luasan pencarian begitu luas ya. Kedua karena adanya peringatan gelombang tinggi. Ketinggian ombak di perairan Jepara ini 1-2 meter," imbuh Whisnu.

Lihat juga video 'Kapal Pengangkut 650 Ton Pupuk Tenggelam di Pangkalan Bun, ABK Selamat':

[Gambas:Video 20detik]



(rih/rih)