Bandel! Truk-truk Parkir Sembarangan di Klaten Akhirnya Digembok Petugas

Achmad Syauqi - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 13:44 WIB
Petugas Dinas Perhubungan Klaten menggembok truk yang parkir sembarangan di dekat SPBU Jonggrangan, Selasa (12/1/2021).
Petugas Dinas Perhubungan Klaten menggembok truk yang parkir sembarangan di dekat SPBU Jonggrangan, Selasa (12/1/2021). (Foto: Achmad Syauqi/detikcom)
Klaten - Dinas Perhubungan Pemkab Klaten mulai menerapkan sanksi gembok bagi kendaraan yang parkir sembarangan. Tiga truk angkutan akhirnya kena batunya digembok petugas gegara parkir sembarangan hari ini.

"Sudah tiga kendaraan angkutan kita gembok. Ini tadi yang terakhir dan lokasinya sama," ungkap Kasi Dalops dan Perparkiran Dinas Perhubungan Klaten Nunung Wahyu Dwi Ningsih saat ditemui detikcom di kompleks Pemkab Klaten, Selasa (12/1/2021).

Nunung menjelaskan kebijakan sanksi gembok tahap awal itu mulai diberlakukan bulan ini. Petugas pada awalnya memang akan mencari pemilik kendaraan yang kepergok parkir tidak pada tempatnya.

"Kita tidak langsung gembok rodanya tapi kita cari tahu dulu pengemudinya. Jika sanggup pindah ya tidak kita gembok tapi jika tidak ada orangnya baru kita gembok," jelas Nunung.

Untuk sementara, imbuh Nunung, masih ada toleransi dan pendekatan persuasif untuk sosialisasi masyarakat. Tiga kendaraan yang digembok itu truk di jalan Yogya-Solo dekat SPBU Jonggrangan.

"Lokasinya di dekat SPBU Jonggrangan semua. Kalau langsung kita gembok masyarakat belum tahu kan bisa ribut," ucap Nunung.

Penerapan sanksi itu, terang Nunung sudah siap sebab dinas sudah memiliki sejumlah alat gembok. Untuk mobil ada 10 unit.

"Gembok mobil ada 10 unit dan untuk sepeda motor ada 30-an unit. Tapi ini sepeda motor mulai takut sebab begitu didatangi petugas langsung ditertibkan sendiri," pungkas Nunung.

Diwawancara terpisah, Sekretaris Dinas Perhubungan Pemkab Klaten, Sudiarsono, menambahkan sanksi gembok saat ini baru tahap awal. Pihaknya juga belum menerapkan sanksi administrasi.

"Sanksi administrasi berupa denda belum diterapkan. Meskipun peraturannya lama tapi kita masih sampaikan ke masyarakat dulu," ucap Sudiarsono kepada detikcom di DPRD Klaten.

Sudiarsono mengungkap selama tiga bulan ke depan sosialisasi akan terus dilakukan. Terutama berkaitan Perbup 22 Tahun 2016 tentang Penyelenggaraan Perparkiran.

"Triwulan pertama ini kita sosialisasi Perbup 22 Tahun 2016 tapi jika nekat setelah disosialisasikan ya kita gembok dan sanksi administrasi denda," terang Sudiarsono.

Simak juga video 'Parkir Sembarangan, 30 Motor dan 2 Mobil Ditertibkan Dishub Bandung':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/ams)