PPKM Kota Magelang, Angkringan Harus Tutup Jam 22.00 WIB

Eko Susanto - detikNews
Selasa, 12 Jan 2021 12:17 WIB
Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito saat memantau aktivitas di Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (12/1/2021).
Suasana Alun-alun Kota Magelang, Selasa (12/1/2021). (Foto: Eko Susanto/detikcom)
Kota Magelang -

Kota Magelang telah mulai melaksanakan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) sejak kemarin. Pelaksanaan PPKM ini tertuang dalam surat edaran yang membatasi jam operasional mal, toko modern, restoran, kafe dan angkringan.

Perihal pelaksanaannya tertuang dalam Surat Edaran No: 443.5/01/112 tentang Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) untuk pengendalian penyebaran Corona virus Disease 2019 di wilayah Kota Magelang. SE ini ditandatangani Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito dan berlaku mulai Senin (11/1).

Wali Kota Magelang Sigit Widyonindito mengatakan pelaksanaan PPKM Kota Magelang atas dasar instruksi Mendagri Tito Karnavian dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo. Pelaksanaan ini mulai 11-25 Januari 2012.

"Kota Magelang ini atas dasar instruksi Pak Mendagri dan Pak Gubernur Jawa Tengah. Berlaku mulai Senin (11/1) kemarin sampai Senin (25/1). Nah, ini kita ingin melihat secara langsung di lapangan, memberikan pemahaman kepada rakyat, pada masyarakat agar betul-betul dapat dipatuhi," kata Sigit kepada wartawan di sela-sela melakukan pemantauan di Alun-Alun Kota Magelang, Selasa (12/1/2021).

Dalam pemantauan ini, Sigit didampingi Sekda Kota Magelang Joko Budiyono, Dandim 0705/Magelang Letkol Czi Anto Indriyanto dan sejumlah kepala OPD. Pihaknya memantau arena permainan anak-anak yang ada di Alun-Alun, tempat cuci tangan, pedagang maupun fitness outdoor serta air mancur yang ada.

"Di dalamnya (SE) ada ketentuan-ketentuan berjualan terbatas, ini Disperindag mengambil langkah-langkah tempat duduknya, jam berjualan baik PKL maupun angkringan. Tidak seperti lazimnya biasa, kemudian saya instruksikan mainan anak-anak dan fitness outdoor maupun lukis off semua, tidak ada kegiatan apa, termasuk ini (air mancur) saya perintahkan berhenti," katanya.

Dalam SE tersebut menyebutkan pembatasan jam operasional restoran, rumah makan, kafe, angkringan, PKL, toko modern, mal dan kegiatan lain sejenisnya. Kemudian, tempat duduk untuk restoran dibatasi 50 persen. Jam operasional restoran, rumah makan, kafe dan atau kegiatan lain yang sejenisnya diperbolehkan buka sampai pukul 21.00 WIB.

Sedangkan untuk angkringan, PKL dan atau kegiatan sejenisnya diperbolehkan buka sampai pukul 22.00 WIB. Kemudian pembatasan jam operasional untuk pusat perbelanjaan/mal dan toko modern sampai pukul 19.00 WIB dengan penerapan protokol kesehatan secara ketat.

"Ya sudah dirumuskan ke dalam pukul 21.00 WIB ini ya toko modern, kemudian yang pukul 22.00 WIB, yang angkringan. Biasanya angkringan kan sampai jam 02.00-03.00 WIB pagi, kita batasi supaya semua agar rakyatnya sehat, agar rakyatnya terhindar sehingga kegiatan di Alun-Alun maupun di Badaan (pusat kuliner dan taman) kita cek. Kita instruksikan supaya sesaat saja," ujar Sigit.

Sementara itu, salah seorang penjual mainan lukisan edukasi, Susilo (45), buka suara terkait aturan tersebut. Dia menyampaikan pekerjaan tersebut merupakan satu-satunya mata pencahariannya.

"Saya minta solusi dari pemerintah, seandainya saya suruh tutup, lha selama dua minggu kebijakan. Seandainya saya punya penghasilan yang lain, saya nggak masalah, tapi kalau saya nggak punya penghasilan lain ya nuwun sewu tetap buka. Seandainya dibatasi untuk penempatan gambar diminimalis, jarak, saya ngikut. Pengaturan jarak seandainya 1 meter, suruh 2 meter saya ngikut saja," tuturnya.

(sip/ams)