Polda Jateng: Kasus Kecelakaan Meninggal Terbanyak Terjadi di Tol

Angling Adhitya Purbaya - detikNews
Rabu, 30 Des 2020 14:22 WIB
Dirlantas Polda Jateng Kombes Rudy Syafirudin
Dirlantas Polda Jateng Kombes Rudy Syafirudin, Rabu (30/12/2020). (Foto: Angling Adhitya Purbaya/detikcom)
Semarang -

Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Tengah mencatat kasus kecelakaan hingga korban meninggal sepanjang tahun 2020 paling banyak terjadi di tol. Meski begitu, kasus kecelakaan pada tahun ini disebut menurun dibandingkan tahun sebelumnya.

"Penyumbang meninggal terbanyak di tol, sekitar 75 persen kecelakaan di tol meninggal. Faktornya karena titik lelah," kata Dirlantas Polda Jateng Kombes Rudy Syafirudin saat jumpa pers akhir tahun di Mapolda Jateng, Kota Semarang, Rabu (30/12/2020).

Rudy mengungkap data jumlah kecelakaan lalu lintas (laka lantas) di Jateng pada 2019 sebanyak 21.694 kasus, sedangkan tahun ini sebanyak 19.843 kasus. Dia menyebut korban meninggal pada 2019 sebanyak 3.531 jiwa, sedangkan pada 2020 ini sebanyak 3.248 jiwa. Rudy menyebut salah satu titik lelah pengguna jalan tol di Jateng ada di Kalikangkung.

"Saat berkendara capek. Titik lelah, contoh Kalikangkung," terang Rudy.

Rudy tidak menjawab detail soal rentang usia korban kecelakaan. Namun mayoritas merupakan orang dewasa.

"Korban mayoritas usia di atas 25 tahun," ucapnya.

Ke depan pihaknya bakal menggandeng Jasa Marga untuk menambah rambu lalu lintas. Hal ini untuk mengantisipasi bertambahnya jumlah kecelakaan di jalan tol.

"Sudah koordinasi dengan Jasa Marga soal rambu informasi tentang jalan tol termasuk rambu peringatan termasuk adanya polisi yang standby, kemudian lampu kedip biru dan kuning," ujarnya.

(ams/rih)