Urban Legend

Mencermati Pilihan Hari Jokowi: Rabu Pon untuk Jakarta, Legi untuk Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Kamis, 24 Des 2020 14:33 WIB
Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengenakan pakaian adat Timor Tengah Selatan, Nusa Tenggara Timur saat menghadiri upacara detik-detik proklamasi kemerdekaan RI ke-75, di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2020)
Presiden Joko Widodo (Jokowi) di Istana Merdeka, kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Senin (17/8/2020). Foto: dok. Setpres

Pelantikan menteri Jokowi di hari yang gawat

Mpu Totok mengatakan ada yang lebih gawat daripada taliwangke dan samparwangke. Hari buruk itu disebut syarik agung.

Seperti Rabu Pon saat pelantikan enam menteri baru, kata Totok, termasuk syarik agung. Sebab Rabu Pon kemarin masuk dalam wuku Bala.

"Taliwangke dan samparwangke itu masih kalah gawat dengan syarik agung. Rabu Pon kemarin itu tidak baik karena berada di wuku Bala. Bala itu simbolnya adalah Batari Durga, simbol marabahaya," ujar salah satu verifikator keris Naga Seluman Pangeran Diponegoro di Museum Volkenkunde Leiden itu.

Menurutnya, untuk menghindari marabahaya, Jokowi harus mengadakan ruwatan. Ruwatan pun harus dilakukan kepada masing-masing menteri yang dilantik.

"Kalau sudah telanjur, bukannya tidak ada celah, marabahaya bisa dihindari dengan ruwatan. Ruwatannya ruwatan pawukon, bukan murwakala.

"Nanti masing-masing menteri yang dilantik berbeda penanganannya. Masing-masing harus dihitung lagi," ujar dia.

Halaman

(dnu/rih)