Rekapitulasi Pilkada Boyolali: Petahana Calon Tunggal Menang 95,6% Suara

Ragil Ajiyanto - detikNews
Kamis, 17 Des 2020 12:21 WIB
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan Pilkada Boyolali, Kamis (17/12/2020).
Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan Pilkada Boyolali, Kamis (17/12/2020). (Foto: Ragil Ajiyanto/detikcom)
Boyolali -

Komisi Pemilihan Umum (KPU) Boyolali telah menyelesaikan rekapitulasi penghitungan suara hasil Pilkada 2020. Calon tunggal, M Said Hidayat-Wahyu Irawan memperoleh kemenangan dengan mengantongi 95,60 persen suara.

"Dari rekapitulasi hasil hasil penghitungan dan perolehan suara tingkat kabupaten, pasangan calon Mohammad Said Hidayat dan Wahyu Irawan, memperoleh suara sebanyak 666.956 atau 95,60 persen," kata Ketua KPU Boyolali, Ali Fahrudin, saat dihubungi wartawan Kamis (17/12/2020) .

Sedangkan suara untuk kotak kosong yakni sebanyak 30.719 suara atau 4,40 persen. Selanjutnya jumlah suara sah sebanyak 697.675. Kemudian untuk suara tidak sah sebanyak 20.975. Sehingga jumlah suara sah dan tidak sah ada 718.650. Jumlah ini sesuai dengan surat suara yang digunakan.

Pilkada 2020 di Boyolali diikuti satu pasangan calon atau calon tunggal. Yaitu pasangan Mohammad Said Hidayat-Wahyu Irawan yang diusung oleh PDIP. Pasangan ini juga didukung lima parpol lainnya, yakni Partai Golkar, PKB, Gerindra, PPP dan Nasdem.

M Said Hidayat adalah petahana Wakil Bupati Boyolali. Sedangkan Wahyu Irawan adalah seorang pengusaha dan mantan Direktur Utama Perusahaan Umum Daerah Air Minum (PUDAM) Tirta Ampera Boyolali.

Rapat pleno terbuka rekapitulasi hasil penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten dalam pemilihan bupati dan wakil bupati Boyolali tahun 2020, telah berlangsung Rabu (16/12). Rekapitulasi di kantor KPU Boyolali, jalan Perintis Kemerdekaan yang juga disiarkan melalui Youtube channel PPID KPU Boyolali itu berlangsung hingga malam hari.

Dalam rapat tersebut diungkap pula partisipasi masyarakat dalam Pilkada Boyolali tahun 2020 ini mencapai 89,85 persen dan melebihi target yang ditetapkan.

"Ya, Alhamdulillah partisipasi masyarakat cukup tinggi, tingkat antusiasme masyarakat dan ini merupakan keberhasilan dari semua pihak, baik penyelenggara Pemilu, KPU, Bawaslu maupun pihak-pihak terkait," ujar Ali Fahrudin.

Lebih lanjut Ali menyampaikan, setelah penetapan hasil rekapitulasi penghitungan perolehan suara tingkat kabupaten ini, pihaknya menunggu apakah ada pendaftaran sengketa di Mahkamah Konstitusi (MK) atau tidak, terhadap hasil Pilkada di Boyolali.

Jika tidak ada, pihaknya masih menunggu surat resmi dari MK, terkait dengan dalam buku register MK, apakah ada sengketa atau tidak.

"Kalau tidak itu menjadi kewajiban kita untuk menetapkan calon terpilih. Jadi masih menunggu buku register perkara di MK. Ketika kita sudah mendapatkan surat dari MK, kemudian kita akan dalam maksimal 3 hari harus menetapkan calon terpilih. Kita tunggu saja," pungkas Ali.

(sip/sip)