Klaim Utang Miliaran di Balik Penembakan Mobil Bos Tekstil di Solo

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 04 Des 2020 17:19 WIB
LJ (72), pria pelaku penembakan mobil bos pabrik tekstil, di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020).
Jumpa pers kasus penembakan mobil bos tekstil di Solo. (Foto: Bayu Ardi Isnanto/detikcom)
Solo -

Polisi mengungkap motif penembakan mobil bos pabrik tekstil, I (72), di Solo oleh adik iparnya, LJ (72). Tersangka mengklaim bahwa korban memiliki utang yang harus dilunasi.

Kapolresta Solo, Kombes Ade Safri Simanjuntak, mengatakan kasus berlatar belakang pada tahun 2008. Saat itu tersangka mengagunkan tanah dan bangunan ke bank.

"Karena tersangka tidak bisa membayar kewajiban angsuran, maka dilelang oleh bank. Lelang dimenangkan saksi korban I senilai Rp 10 M," kata Ade kepada wartawan di Mapolresta Solo, Jumat (4/12/2020).

Setelah itu, tersangka mendapatkan informasi bahwa aset tanah dan bangunan itu sebetulnya bisa bernilai Rp 26 miliar. Selisih itulah yang diklaim sebagai utang korban kepada tersangka.

"Tersangka minta Rp 16 miliar kepada korban. Padahal setelah diagunkan itu sebenarnya sudah tidak ada hubungan lagi," ujar dia.

Tersangka dijerat dengan Pasal 340 KUHP tentang pembunuhan berencana dan Pasal 53 KUHP tentang percobaan tindak kejahatan. LJ diancam hukuman maksimal 20 tahun penjara.

Diberitakan sebelumnya, peristiwa penembakan terjadi di Jalan Monginsidi, Banjarsari, Solo, pada Rabu (2/12) sekitar pukul 12.00 WIB.

Awalnya korban I bersama sopirnya sedang keluar dari rumah untuk makan siang. Kemudian pelaku LJ (72) bersama istrinya tiba-tiba menghentikan mobil I dan masuk ke dalam mobil. Mereka lalu menuju rumah sarang walet milik tersangka di Jalan Monginsidi.

Tiba di lokasi, pelaku kemudian turun dari mobil. Pelaku juga sempat meminta korban turun. Namun korban menolak.

Sopir korban yang melihat gelagat tak wajar dari pelaku langsung tancap gas. Saat mobil korban putar balik meninggalkan lokasi, pelaku menembakinya dengan delapan kali tembakan.

Korban kemudian mengamankan diri dengan masuk ke Mako Brimob Detasemen C Pelopor yang tak jauh dari lokasi rumah sarang walet. Sedangkan polisi dari Polresta Solo bersama personel Brimob mengejar pelaku.

Pelaku akhirnya ditangkap di salah satu PO bus di Karanganyar pada pukul 14.25 WIB. Saat ditangkap, LJ membawa pistol yang digunakan untuk menembaki mobil I. Barang bukti yang diamankan polisi yakni sepucuk pistol jenis walther kaliber 22 berikut 3 magasin dan 62 butir peluru yang belum digunakan kaliber 22 mm.

Tonton video 'Penembak Mobil Bos Tekstil di Solo Ternyata Adik Iparnya Sendiri':

[Gambas:Video 20detik]



(sip/rih)