Bandingkan Prokes di Mal, Bajo: Jangan Tahu-tahu Pasar Di-lockdown!

Tim detikcom - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 22:23 WIB
Bagyo Wahyono-FX Suparjo mengikuti debat pamungkas Pilkada Solo, Kamis (3/12/2020)
Paslon Bajo saat mengikuti debat Pilkada Solo (Foto: dok. tangkapan layar YouTube KPU Solo)
Solo -

Calon Wali Kota Solo Bagyo Wahyono membandingkan protokol kesehatan (prokes) virus Corona (COVID-19) di mal dengan pasar tradisional. Bagyo pun meminta lawannya Gibran Rakabuming-Teguh Prakosa untuk datang ke pasar tradisional melihat penerapan prokes.

"Ini juga harus adil, saat ini kenapa mal, hotel-hotel dan bank-bank semua instansi jaga jarak, kita mau masuk di BRI orang 2 nggak boleh. Kenapa di pasar tradisional, wedangan, tidak ada (prokes ketat)," ujar Bagyo dalam debat publik Pilkada Solo, Kamis (3/12/2020).

Hal itu disampaikan Bagyo saat menjawab pertanyaan Gibran tentang solusi mengatasi peningkatan kasus baru Corona di Solo usai libur panjang.

Bagyo lalu mencontohkan di Pasar Kembang di Jl Radjiman, Solo. Dia menyebut di pasar itu tidak ada tempat cuci tangan atau pun pengukuran suhu.

"Saya di Pasar kembang, di pasar manapun wisuh sik (cuci tangan dulu), pengukur suhu dibiarkan, tahu-tahu di-lockdown," cetus pria yang berprofesi sebagai penjahit itu.

Bagyo pun menyoroti kurangnya sosialisasi protokol kesehatan di pasar-pasar tradisional. Dia pun meminta Gibran turun langsung mengecek ke pasar tradisional.

"Itu kan nyuwun sewu agak sedikit kurang penyuluhan, di situ ada pasar, ada lurah pasar, mbok diberikan pemahaman bagaimana, itu di pasar manusia semua, panjenengan (anda) juga di situ jangan di atas terus," tegas Bagyo.

"Pasar Penumping, Bajo akan seperti itu, miris, tahu-tahu (pedagang) dia utang, eh lockdown lagi, nyuwun sewu," sambung Bagyo.

Menanggapi itu, Gibran mengusulkan untuk menggunakan teknologi terbaru untuk memantau kasus Corona. Salah satu yang disinggung Gibran yakni thermal camera yang bakal difungsikan di tempat-tempat keramaian.

"Saya yakin teknologi itu bisa ditempatkan di tempat produktif, di pasar, kantor, kita jaga agar penambahan COVID. Pemkot Solo sedang menyiapkan RS darurat di wisma atlet, di Donohudan pak kita doakan semoga COVID bisa selesai," sahut Gibran.

(ams/mbr)