Gegara Corona Ngegas Lagi, Lampu Jalan di Brebes Bakal Dipadamkan

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 03 Des 2020 14:57 WIB
Sekda Pemkab Brebes Djoko Gunawan saat ditemui di kantornya, Jl P Diponegoro, Brebes, Kamis (3/12/2020).
Sekda Pemkab Brebes Djoko Gunawan (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Kabupaten Brebes, Jawa Tengah, kembali menjadi zona merah gara-gara kasus virus Corona (COVID-19) terus meningkat. Pembatasan kegiatan masyarakat (PKM) di Brebes bakal diperketat, salah satunya dengan memadamkan lampu jalan.

"PKM akan diperketat. Kalau perlu lampu jalan di area publik akan dipadamkan agar tidak terjadi kerumunan," kata Sekretaris Daerah (Sekda) Pemkab Brebes, Djoko Gunawan, saat ditemui di kantornya, Jl P Diponegoro, Brebes, Kamis (3/12/2020).

Djoko menerangkan selama dua pekan ini kasus Corona di wilayahnya menunjukkan peningkatan. Di sisi lain, pihaknya juga gencar melakukan tes swab.

"Makin banyak tes maka konsekuensinya makin banyak yang yang diketahui positif. Dinkes sekarang gencar tes massal dan ini berpengaruh juga terhadap kenaikan kasus positif. Namun demikian, untuk menghadapi tren naik ini, kami telah menyiapkan beberapa langkah," ujarnya.

Djoko menyebut Pemkab Brebes menyiapkan kamar tambahan bagi pasien COVID-19. Tambahan kamar itu berlokasi di dua rumah sakit yakni RS Bhakti Asih dan RS Harapan Sehat, Jatibarang.

"Dua rumah sakit di Jatibarang tersedia ruang tambahan sebanyak 200 kamar. Masing masing di RS Bhakti Asih dan Harapan Sehat," tambah Djoko.

Khusus untuk pasien tanpa gejala (OTG), Pemkab Brebes menyiapkan Islamic Center Brebes untuk rumah karantina.

"Khusus pasien positif berstatus OTG, kami siapkan Islamic Center Brebes untuk tempat isolasi mandiri. Tempat ini mempunyai kapasitas 66 orang," ucapnya.

Selain itu, Djoko menyebut pihaknya masih memiliki sekitar 100 kamar untuk pasien Corona di rumah sakit rujukan. Jumlah kamar itu tersebar di RSUD Brebes, RSUD Bumiayu dan beberapa rumah sakit swasta.

"Sedangkan ruang isolasi di rumah sakit rujukan, masih ada sisa 130 di beberapa rumah sakit," jelas Djoko.

Pihaknya juga telah menganggarkan penanganan kasus virus Corona untuk tahun depan. Hanya saja dia akui jumlahnya tidak sebanyak tahun ini.

"Tahun depan tetap dianggarkan. Hanya saja tidak sebanyak tahun 2020. Anggaran Rp 20 miliar akan dipakai sesuai skala prioritas dalam penanganan COVID-19," imbuhnya.

(ams/rih)