Kasus Corona Makin Memburuk, Bawaslu Pastikan Pilkada Jalan Terus

Arbi Anugrah - detikNews
Senin, 30 Nov 2020 14:14 WIB
Mural melawan penyebaran virus Corona hiasi kawasan Setu, Cilangkap, Jaktim. Mural itu dibuat untuk dukung perjuangan para petugas di garda depan lawan COVID-19
Ilustrasi (Foto: Grandyos Zafna)
Banyumas -

Presiden Jokowi menyebut penanganan virus Corona (COVID-19) pada pekan terakhir memburuk. Namun demikian Bawaslu memastikan tidak akan ada penundaan Pilkada Serentak 2020 yang akan digelar 9 Desember mendatang.

"Sampai hari ini penyelenggara KPU, Bawaslu, Pemerintah dan Komisi 2 (DPR RI) tetap pada putusan," kata Ketua Bawaslu RI, Abhan kepada wartawan usai acara penandatanganan MoU dan perjanjian kerja sama antara Bawaslu RI dengan Universitas Jenderal Soedirman dan Universitas Wijayakusuma Purwokerto di Pendopo Sipanji Kabupaten Banyumas, Senin (30/11/2020).

Menurut Abhan, yang terpenting adalah baik penyelenggara, masyarakat maupun peserta Pilkada taat dan patuh pada protokol kesehatan COVID-19 selama masa kampanye hingga saat pemungutan suara.

Pada hari pemungutan suara, lanjut Abhan, KPU juga akan mengatur kedatangan pemilih pada jam tertentu. Selain itu semua pemilih diwajibkan mengganti masker dan pakai sarung tangan atau hand sanitizer dan pengukuran suhu badan calon pemilih.

"Itu antara lain upaya yang dilakukan penyelengara KPU-Bawaslu agar Pilkada di tengah pandemi COVID-19 tidak menimbulkan klaster-klaster baru di Pilkada," jelasnya.

Saat disinggung terkait banyaknya peserta dan penyelenggara Pilkada yang terkonfimasi COVID-19, Abhan berdalih siapapun bisa terpapar virus tersebut.

"Ini pandemi, siapapun bisa terkena. Kalau Pemerintah mau semuanya dirapid, pasti lebih banyak lagi. Kita memang mau memastikan, memastikan penyelenggara sehat dulu, untuk meyakinkan pemilih agar mau datang ke TPS. Sekali lagi yang terpapar itu bukan aib, karena ini pandemi," ucapnya.

Peningkatan kasus baru Corona sangat tinggi dalam sepekan. Bahkan Presiden Jokowi memberikan atensi khusus pada 2 provinsi yang angka kasus COVID-19 meningkat tajam yaitu DKI Jakarta dan Jawa Tengah.

Data pada Minggu (29/11) menunjukkan penambahan kasus harian COVID-19 mencapai rekor tertinggi yaitu 6.267 sehingga angka kumulatifnya 534.266 kasus. Penyumbang terbanyak yaitu Jawa Tengah dengan 2.036 kasus positif COVID-19. Menyusul kemudian DKI Jakarta dengan penambahan kasus positif COVID-19 1.431.

(mbr/mbr)