ABG Tewas Tersambar Petir Saat Main HP yang Sedang Di-charge

Febrian Chandra - detikNews
Selasa, 24 Nov 2020 11:38 WIB
Remaja tewas tersambar petir saat main ponsel yang sedang di-charge, Grobogan, Senin (24/11/2020).
Remaja tewas tersambar petir saat main HP yang sedang di-charge di Grobogan. (Foto: Dok Polres Grobogan)
Grobogan -

Seorang remaja di Kabupaten Grobogan, Jawa Tengah, tewas tersambar petir, Senin (23/11). Korban tersambar petir saat main game online dengan posisi ponsel yang sedang di-charge.

"Kejadiannya kemarin petang, magrib sekitar jam 18.00 WIB. Korban tewas saat tengah bermain handphone dan cuaca saat itu hujan deras," ujar Kapolsek Grobogan Iptu Parjin saat dihubungi detikcom, Selasa (24/11/2020).

Parjin menyampaikan awalnya korban yang duduk di bangku kelas XI SMK ini sedang berada di sebuah warung kopi bersama dua orang rekannya pada Senin (23/11). Hingga akhirnya hujan deras melanda wilayah itu pada sekitar pukul 17.00 WIB.

"Hujan deras dan petir, namun korban tetap melanjutkan main handphone dengan keadaan posisi handphone di isi daya (charger)," terangnya.

Namun tiba-tiba terdengar suara petir yang menggelegar. Korban saat itu langsung terpental bersama handphone miliknya. Melihat kejadian itu, kedua rekan korban berusaha menolong dan menyadarkan korban.

"Rekan korban berusaha menyadarkan, dengan membalikkan posisi badan ke keadaan terlentang. Pemilik warung juga berusaha menolong. Namun saat itu, diduga korban sudah tidak bernyawa," ungkapnya.

Dari hasil olah TKP,kata Parjin, ditemukan tiga titik luka bakar di telapak tangan sebelah kanan korban. Luka tersebut tampak memerah sepanjang kurang lebih 6 cm. Selain itu, di telapak tangan kiri korban juga ditemukan satu titik luka bakar.

"Tidak ada tanda-tanda penganiayaan pada tubuh korban. Diduga penyebab meninggalnya korban yakni pada waktu main game online, posisi HP sedang di-charge dan ada petir yang menyambar," terangnya.

Usai dilakukan olah TKP dan pemeriksaan, jenazah korban diserahkan pada keluarga untuk dimakamkan. Pihak keluarga mengaku ikhlas dengan meninggalnya korban dan menolak autopsi.

"Kami mengimbau kepada masyarakat wilayah Kecamatan Grobogan agar berhati-hati saat menggunakan ponsel di luar rumah dan dalam posisi hujan disertai petir karena hal ini sangat membahayakan. Jika ada petir saat kita berada di luar rumah, sebaiknya langsung segera berlindung ke dalam ruangan. Jauhi barang yang mengandung logam seperti pagar atau bangku besi sebab benda-benda ini dapat berfungsi sebagai konduktor listrik," imbau Parjin.

(sip/mbr)