ABG di Blora Bunuh Diri, Polisi Temukan Surat untuk Ortu dan Teman

Febrian Chandra - detikNews
Senin, 16 Nov 2020 11:38 WIB
Ilustrasi Gantung Diri
Ilustrasi gantung diri. (Foto: Mindra Purnomo)
Blora -

Seorang remaja laki-laki di Kabupaten Blora, Jawa Tengah ditemukan dalam kondisi tewas diduga bunuh diri. Polisi mengamankan surat yang ditulis korban untuk orang tua dan seorang teman perempuannya.

"Korban ditemukan gantung diri di kamarnya sudah sudah dalam keadaan tidak bernyawa. Saat dilakukan pemeriksaan tidak ditemukan tanda-tanda penganiayaan di tubuh korban," kata Kapolsek Sambong, Iptu Yatmo, saat dihubungi detikcom, Senin (16/11/2020).

Yatmo menjelaskan adik korban menemukan kakaknya dalam kondisi tergantung di tali yang terikat pada kayu bangunan kamar korban. Keluarga langsung meminta tolong para tetangga dan melapor ke polisi.

"Motifnya apa kita masih selidiki. Tapi korban meninggalkan sepucuk surat yang ditujukan kepada orang tua dan teman wanitanya," tuturnya.

Yatmo mengatakan, kedua orang tua korban belum bisa dimintai keterangan karena kondisinya masih terpukul.

Sedangkan Kanit Reskrim Polsek Sambong, Aiptu Lukman Hadi, mengatakan bahwa dari keterangan yang berhasil dihimpun polisi terungkap, motif pelaku mengakhiri hidupnya adalah karena cintanya ditolak oleh teman wanitanya. Selain itu orang tua teman wanitanya itu juga juga tidak merestui.

"Motifnya cinta ditolak dan tidak direstui kedua orang tua pacarnya," kata Lukman saat dihubungi detikcom, Senin (16/11/2020).

Terkait isi surat yang ditulis korban, tertulis kata-kata permintaan maaf dan terima kasih kepada kedua orang tua. Selain itu, ada juga surat yang diselipkan pernyataan cinta kepada seorang teman wanita korban.

"Isi suratnya meminta maaf kepada orang tua dan mengucapkan kata-kata cinta kepada teman wanitanya," jelasnya.



Informasi dalam artikel ini tidak ditujukan untuk menginspirasi siapa pun untuk melakukan tindakan serupa. Bila Anda, pembaca, merasakan gejala depresi dengan kecenderungan berupa pemikiran untuk bunuh diri, segera konsultasikan persoalan Anda ke pihak-pihak yang dapat membantu, seperti psikolog, psikiater, ataupun klinik kesehatan mental.

(sip/mbr)