Suasana Duka Pemakaman Ki Seno, Wayang Bima dan Bagong Turut Dikuburkan

Pradito Rida Pertana - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 14:32 WIB
Prosesi pemakaman dalang Ki Seno Nugroho, Rabu (4/11/2020).
Prosesi pemakaman dalang Ki Seno Nugroho, Rabu (4/11/2020). Foto: Pradito Rida Pertana/detikcom

Gunawan menceritakan Ki Seno pada Selasa (3/11) sore tengah bersepeda bersama salah seorang warga Dusun Gayam, tempat tinggal Ki Seno. Saat itu Ki Seno sudah merasakan sakit hingga harus dijemput warga untuk bisa sampai di rumahnya.

"Selasa (3/11) sore habis olahraga jam 4 sore bersepeda sama temannya Pak Seno, warga sini. Itu di tengah jalan sebelum mau pulang sudah berasa sakit sampai dijemput oleh warga sini," kata Gunawan saat ditemui di rumah duka, Rabu (4/11).

Kemudian, setelah maghrib Ki Seno kembali merasa sakit hingga akhirnya dibawa ke RS PKU Muhammadiyah, Gamping. Saat masuk UGD, Seno diketahui masih sadarkan diri.

"Sore sesudah maghrib itu sudah berasa sakit sampai muntah-muntah lalu kita antar sama Ibu Agnes (istrinya) ke RS PKU Muhammadiyah Gamping sampai di sana masuk UGD masih sadar," ungkapnya.

Kondisi Ki Seno kemudian semakin memburuk dan dipindah ke ICCU.

"Terus dipindah ke ICCU, di sana keadaannya semakin memburuk sampai muntah-muntah, akhirnya ada penyumbatan pada pembuluh darah jantung itu 100 persen penyumbatannya sehingga menyebabkan Pak Seno meninggal dunia sekitar jam 22.15 WIB," ucapnya.

Ia menuturkan sebelumnya Ki Seno sudah sempat masuk ke rumah sakit. Keluhannya juga sama yaitu soal jantung.

"Keluhan itu ada sebelumnya sudah masuk rumah sakit PKU Gamping itu masih bisa tertolong. Itu kejadiannya sekitar 2 bulan yang lalu," ungkapnya.

"Dicek sama dokter jantungnya normal, itu hanya penggumpalan sel darah, dan diberi obat sudah lancar dan diperbolehkan pulang kemudian kita wayang climen sampai dua bulan hingga hari ini sampai tanggal 2 November masih climen tanggal 3 November libur," sambungnya.

Menurutnya, Ki Seno sebelumnya sudah merasa nyeri. Selain itu punya penyakit asam lambung. Orang dekat Ki Seno pun sudah pernah meminta untuk berhenti merokok.

"Sudah merasa nyeri tiga hari berikutnya. Punya penyakit asam lambung juga. Dulu sempat berhenti merokok juga," pungkasnya.

Halaman

(rih/rih)