Terjadi Lagi! Jebakan Tikus Tewaskan Petani di Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Rabu, 04 Nov 2020 13:06 WIB
Seorang petani tewas terkena jebakan tikus di Sragen, Rabu (4/11/2020).
Seorang petani tewas tersengat jebakan tikus di Sragen. Foto: Dok Polres Sragen
Sragen -

Jebakan tikus lagi-lagi memakan korban jiwa. Seorang petani ditemukan tewas akibat tersengat aliran listrik jebakan tikus di area persawahan Dukuh Lemahireng, Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono, Sragen.

Korban bernama Jumino, warga Dukuh Putatsewu, Desa Jatitengah, Kecamatan Sukodono. Petani berusia 58 tahun tersebut ditemukan dalam kondisi tak bernyawa sekitar pukul 08.00 WIB. Kasus ini merupakan kali kedua dalam dua hari terakhir atau yang kesembilan kali dalam 10 bulan terakhir.

"Ditemukan warga sekitar pukul 8 pagi tadi. Kemungkinan meninggalnya malam hari, karena kita temukan korban membawa dua senter, satu di tangan satu di kepala," ujar Kapolres Sragen AKBP Yuswanto Ardi saat dihubungi detikcom, Rabu (4/11/2020).

Ardi melanjutkan, korban ditemukan tewas di lahan milik Pariman (59) yang berjarak sekitar lima meter dari sawah korban. Diduga korban tewas terkena kawat beraliran listrik saat melintas di sawah milik Pariman tersebut.

"Kemungkinan lewat atau terpeleset kita tidak tahu. Waktu kita datang memang kawat listrik sudah dilepas oleh pemilik sawah, namun ada yang saksi yang menguatkan lahan tersebut memang dipasang jebakan tikus," lanjutnya.

Dugaan itu berdasarkan pada temuan luka yang ada pada tubuh korban. "Pergelangan kaki kiri lukanya mirip sayatan begitu agak dalam, sementara yang kanan kulitnya terkelupas," terangnya.

Ardi tidak menampik adanya potensi pidana atas kasus ini. Pasalnya, korban tewas oleh jebakan tikus yang dipasang oleh orang lain.

"Potensi pidana tetap ada, karena antara korban dengan pemilik lahan merupakan orang yang berbeda. Namun kita tetap akan didiskusikan oleh Kepala Desa dan Kapolsek, yang jelas tahapan penyidikan tahap awal tetap kita laksanakan," tegasnya.

Polisi kini menaruh perhatian khusus terkait kasus jatuhnya korban jiwa akibat jebakan tikus ini. Pasalnya, dalam dalam dua hari terakhir saja sudah ada dua korban jiwa akibat tersengat listrik.

"Ini menjadi perhatian kami Polres Sragen karena dua hari lalu kami mendapat laporan yang sama. Sementara dalam kurun waktu 10 bulan terakhir telah terjadi 9 kejadian serupa, hingga hampir setiap bulannya ada satu kejadian," papar Ardi.

Selanjutnya polisi akan berkoordinasi dengan Pemda Sragen untuk mencari solusi alternatif pengganti jebakan tikus. Pihaknya juga akan terus menggencarkan sosialisasi kepada petani tentang bahaya penggunaan jebakan listrik ini.

"PLN akan saya ajak diskusi apakah pemanfaatan listrik untuk jebakan tikus ini secara teknis aman atau legal atau tidak. Termasuk para perangkat desa, kita ajak untuk langkah percepatan melakukan sosialisasi dan imbauan menggunakan sepatu boots untuk keamanan para petani," pungkasnya.

(sip/mbr)