Bagyo Cawalkot Solo Rival Gibran Nunggak PDAM Rp 25 Juta

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Jumat, 30 Okt 2020 20:08 WIB
Hundreds of people in eastern China have been infected with bacteria which can cause dysentery after drinking contaminated water, reports say DIPTENDU DUTTA AFP/File
Ilustrasi. Foto: AFP/DIPTENDU DUTTA/File
Solo -

Calon Wali Kota Solo, Bagyo Wahyono, dikabarkan menunggak tagihan air Perusahaan Umum Daerah (Perumda) Toya Wening hingga Rp 25 juta. Jumlah tersebut adalah tunggakan yang terakumulasi dari beberapa tahun.

Kepala Seksi Penertiban Perumda Toya Wening, Bayu Tunggul Pamilih, mengatakan Bagyo terdaftar memiliki dua rekening. Pertama atas nama istrinya, lalu kedua atas nama dirinya sendiri.

"Awalnya atas nama istri. Karena menunggak sekitar Rp 14 juta, maka kita tutup total. Lalu yang bersangkutan mengajukan atas nama sendiri. Seharusnya tidak boleh, tapi kecolongan," kata Bayu saat dihubungi detikcom, Jumat (30/10/2020).

Setelah dicek ternyata berkasus, Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) itu kembali menutup akses air di rumah Bagyo. Tunggakan Bagyo ditambah dengan istrinya total menjadi Rp 25 juta untuk 33 bulan.

"Karena lokasi dan alamatnya sama, maka kita hitung jadi satu. Total Rp 25 juta," jelasnya.

Untuk penanganan kasus Bagyo dan pelanggan lain dengan tunggakan lebih dari Rp 10 juta, Perumda Toya Wening bekerja sama dengan Kejaksaan Negeri Solo.

"Kami memiliki nota kesepahaman dengan kejaksaan dalam hal penanganan pelanggan yang menunggak lebih dari Rp 10 juta. Ada banyak yang seperti itu. Sudah ada 88 orang yang dipanggil kejaksaan," ujar dia.

Sementara itu, Bagyo membenarkan adanya tunggakan PDAM tersebut. Namun Bagyo mengaku yakin tagihannya tak sebesar itu. Pihaknya masih akan mengecek kembali data dari Perumda Toya Wening.

"Mestinya tidak sebesar itu. Kita nggak bisa kalau membayar sebesar itu, harus sedikit-sedikit. Nanti kita kroscek lagi," kata Bagyo saat dijumpai wartawan di kawasan Laweyan, Jumat (30/10).

(rih/mbr)