Catat! Ini Aturan Main Terbangkan Drone di Candi Borobudur

Eko Susanto - detikNews
Rabu, 28 Okt 2020 21:08 WIB
Candi Borobudur
Candi Borobudur. Foto: dok. Kemenparekraf
Magelang -

Sebuah drone yang jatuh di Candi Borobudur pada Selasa (20/10) lalu disebut tak memiliki izin terbang. Pihak Taman Wisata Candi (TWC) Borobudur menjelaskan aturan menerbangkan drone di kawasan Candi Borobudur.

General Manager Taman Wisata Candi Borobudur, I Gusti Putu Ngurah Sedana, mengatakan untuk penerbangan drone di zona 1 Candi Borobudur harus memiliki izin dari Direktorat Jenderal Kebudayaan Kemendikbud. Kemudian untuk pengambilan gambar di zona 2 (kawasan taman) harus memenuhi izin dari Lanud Adisutjipto Yogyakarta.

"Untuk penerbangan drone di cagar budaya dalam hal ini baik di zona 1 maupun 2 itu mutlak memiliki izin dari Direktorat Jenderal Kebudayaan, apabila pengambilannya dilakukan di zona 1 di area sekitar struktur candi atau zona 1," kata Putu saat ditemui wartawan di ruang kerjanya, Rabu (28/10/2020).

"Kemudian untuk di area zona 2 harus memenuhi izin dari Lanud Adisutjipto karena di area Borobudur ini merupakan area latihan Lanud Adisutjipto. Berarti harus izin karena drone ada di ruang udara," sambungnya.

Penerbangan drone tersebut, kata Putu, selain harus mengantongi izin, juga menggunakan prosedur free flight yang benar dengan mempelajari cuaca yang ada di sekitar Candi Borobudur baik zona 1 dan zona 2.

"Kalau di zona 2 masih diizinkan dengan ketentuan yang sudah ditetapkan oleh Kementerian Perhubungan Nomor 37 tahun 2020 terkait penerbangan drone," ujar Putu.

Sedangkan penerbangan drone di atas struktur bangunan candi dilarang. "Untuk penerbangan drone di Candi Borobudur terutama di atas struktur bangunan candi dilarang keras," sebutnya.

Untuk prosedur pengurusan izin penerbangan drone, lanjutnya, permohonan disampaikan kepada Taman Wisata Candi Borobudur. Kemudian jika memenuhi persyaratan, maka akan dikeluarkan surat yang ditujukan kepada Lanud Adisutjipto. Selain itu pilot drone harus memiliki sertifikasi.

Pihaknya pun menyesalkan atas peristiwa drone jatuh di kawasan zona 1 Candi Borobudur yang terjadi pada Selasa (20/10) lalu itu.

"Kejadian kemarin, patut kita sesali karena selama ini kita memang benar-benar, ada orang yang mau menerbangkan drone pasti terpantau karena sudah melalui kami dan kami sudah keluarkan surat pengantar perizinan ke pihak lain seperti kepolisian dan lanud," ujar Putu.

(rih/mbr)