Gus Nur Ditangani Bareskrim, Bagaimana Nasib Laporan di Polres Pati?

Arif Syaefudin - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 21:03 WIB
GP Ansor Pati laporkan Gus Nur ke polisi
GP Ansor Pati laporkan Gus Nur ke polisi, Rabu (21/10/2020). Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Pati -

Sugi Nur Rahardja alias Gus Nur ditangkap dan ditetapkan sebagai tersangka oleh Bareskrim Polri terkait kasus dugaan ujaran kebencian. Gus Nur juga sempat dilaporkan GP Ansor Pati ke Polres Pati, Jawa Tengah. Lalu bagaimana kelanjutan kasusnya di Polres Pati?

Saat dihubungi, Kasat Reskrim Polres Pati AKP Sudarno menjelaskan Gus Nur telah ditangani oleh Mabes Polri. Sehingga saat ini Polres Pati menunggu petunjuk lebih lanjut dari Polda Jateng.

"Kan sudah ditangani Mabes. Laporan terkait Gus Nur di Polres Pati hanya ada satu. Pelapor sudah dimintai keterangan, untuk proses lebih lanjut menunggu petunjuk dari Polda," kata Sudarno kepada detikcom lewat pesan singkat, Senin (26/10/2020).

Sebelumnya diberitakan, Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Gerakan Pemuda (GP) Ansor Kabupaten Pati melaporkan Gus Nur ke Polres Pati. Gus Nur dianggap melecehkan Nahdlatul Ulama (NU) dan sejumlah tokohnya yang tersebar luas melalui kanal YouTube.

Ketua LBH Ansor Pati, Nailal Afif, mengatakan pihaknya mendapatkan video yang di dalamnya terdapat ucapan yang bernada melecehkan melalui grup WhatsApp. Ia menganggap, ucapan Gus Nur sudah keterlaluan dan tidak hanya sekali sehingga perlu ditempuh jalur hukum.

"Laporan disampaikan ke Polres Pati menyangkut penyebaran informasi yang menimbulkan ujaran kebencian atau permusuhan individu dan kelompok masyarakat tertentu berdasarkan atas suku, agama, ras, dan antargolongan," kata Afif kepada wartawan, Rabu (21/10).

Hal itu, lanjut dia, sesuai ketentuan pasal 45A ayat (2) UU RI No 19/2016 tentang Perubahan atas UU RI No 11/2008 tentang Informasi dan Transaksi Elektronik.

"Laporan tersebut, merujuk ucapan Sugi (Gus Nur) pada video tersebut yang mengatakan organisasi NU saat ini diibaratkan sebagai bus umum yang sopirnya mabuk, kondekturnya teler, kernetnya ugal-ugalan, dan penumpangnya kurang ajar sehingga kesucian NU saat ini tidak ada lagi," terangnya.

Kasat Reskrim Polres Pati AKP Sudarno membenarkan adanya pelaporan tersebut. Dia mengaku telah menerima laporan dan akan mempelajarinya lebih lanjut.

"Baru masuk (pelaporannya). Tapi apa bisa dengan materi kasus yang sama yang sudah ditangani di Jawa Timur, nanti akan dobel," kata Sudarno saat dimintai konfirmasi detikcom melalui pesan singkat, Rabu (21/10).

Selanjutnya
Halaman
1 2