PP Muhammadiyah Soal Pernyataan Macron: Pemimpin Harus Adil

Pradito Rida Pertana - detikNews
Senin, 26 Okt 2020 16:48 WIB
logo muhammadiyah
Logo Muhammadiyah (Foto: istimewa)
Yogyakarta -

Pimpinan Pusat (PP) Muhammadiyah mendukung langkah Majelis Ulama Indonesia (MUI) untuk meminta Menteri Luar Negeri agar segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia. Muhammadiyah mendukung upaya MUI untuk mendapatkan klarifikasi terkait pernyataan Presiden Prancis Emmanuel Macron terkait Islam.

"Kalau memang MUI mau mengklarifikasi ya bagus, menurut saya, saya dukung. Mengklarifikasi ke Kementerian Luar Negeri itu," kata Ketua PP Muhammadiyah, Dadang Kahmad, kepada detikcom, Senin (26/10/2020).

Muhammadiyah menegaskan setiap tindakan kriminal harus dihukum. Namun dia berharap seluruh pemimpin dunia tidak menggeneralisir pelaku kejahatan dengan identitas tertentu.

"Kalau saya begini, kalau memang kriminal seperti itu ya dihukum, tetapi pemimpin dunia juga harus adil, artinya jangan sampai menyamaratakan pelaku kejahatan itu digeneralisasi sebagai karakter umum, itu tidak boleh," ujarnya.

"Seperti orang Islam itu kejam maka harus dihabisi, itu tidak boleh. Sehingga pernyataan pimpinan itu tidak harus digeneralisasi, sebutkan aja itu adalah kriminal yang mengatasnamakan agama," harapnya.

Diberitakan sebelumnya, MUI mengkritik sikap Presiden Prancis Emmanuel Macron terhadap Islam. Hal itu terkait sikap Macron terkait pemenggalan guru karena kartun Nabi Muhammad SAW.

"MUI meminta kepada Menlu agar segera memanggil Dubes Prancis untuk Indonesia guna mendapatkan klarifikasi dan penjelasan komprehensif terkait sikap pernyataan Presiden Macron," kata Wakil Ketua Umum Dewan Pimpinan MUI, Muhyiddin Junaidi, dalam keterangan tertulisnya kepada wartawan, Senin (26/10).

Muhyiddin mengkritik Macron karena menurutnya, Macron telah mendukung Islamofobia secara tidak langsung. Muhyiddin menilai Macron telah menganggap umat Islam kurang belajar toleransi di Prancis.

"Presiden Macron kebanjiran kritik dari umat Islam dunia karena ia menganggap bahwa bahwa umat Islam perlu belajar toleransi saat berada di negara yang anti-intoleransi seperti Prancis. MUI menilai bahwa Macron secara tak langsung telah mendukung gerakan Islamphobia," tutur Muhyiddin.

Simak juga video 'Presiden Prancis Sebut Guru yang Dipenggal Pahlawan':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/sip)