Muncul Banyak Klaster Keluarga di Solo, Perlu Pakai Masker di Rumah?

Bayu Ardi Isnanto - detikNews
Minggu, 25 Okt 2020 18:33 WIB
Poster
Ilustrasi pandemi virus Corona. Foto: Edi Wahyono
Solo -

Klaster keluarga menjadi salah satu penyumbang tingginya angka kasus virus Corona atau COVID-19 di Solo, Jawa Tengah beberapa waktu terakhir. Apa saran dari Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo?

Ketua Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Solo, Ahyani, menilai cukup sulit memantau penerapan protokol kesehatan di rumah-rumah warga. Pihaknya hanya bisa mengimbau masyarakat.

"Kita kesulitan kalau memantau penerapan di keluarga. Dalam satu keluarga pun pasti berbeda-beda orangnya. Ada yang abai, ada yang suka keluyuran, ada yang tertib," kata Ahyani saat dihubungi detikcom, Minggu (25/10/2020).

Ahyani menyarankan agar masing-masing anggota keluarga berintrospeksi. Apabila dirasa berpotensi menjadi sumber penularan maka harus ekstra hati-hati.

"Kalau mobilitasnya tinggi, kalau perlu di rumah tetap pakai masker, jangan dekat-dekat dengan lainnya. Apalagi kalau jadi kontak tracing pasien positif, karantina dulu," ujarnya.

Adapun kasus virus Corona yang berkembang di dalam keluarga di Solo, antara lain ialah klaster keluarga di Kelurahan Gandekan. Belasan orang di dalam satu RW terpapar virus Corona karena berkontak dengan salah satu keluarga.

Di Kelurahan Bumi, sedikitnya ada 12 orang yang terpapar virus Corona. Mereka masih dalam satu keluarga besar. Kasus ini ditelusuri berdasarkan tracing pertemuan dalam acara ulang tahun.

selanjutnya di Kelurahan Penumping, ada satu keluarga yang juga terpapar virus Corona. Sedikitnya ada lima orang yang terjangkit virus Corona.

Hingga Minggu (25/10/2020), akumulasi kasus virus Corona di Solo mencapai 1.067 orang positif. Sebanyak 724 orang di antaranya sembuh, 238 orang isolasi mandiri, 65 orang dirawat, 40 orang meninggal dunia.

Tonton juga 'Curhat Pasien Corona yang Alami Klaster Keluarga':

[Gambas:Video 20detik]

(bai/sip)