Sudah 5 Jam, Api Masih Menyala di Gudang Pabrik Busa Sragen

Andika Tarmy - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 21:54 WIB
Penampakan kebakaran yang melanda pabrik busa di Sragen. Foto diambil Sabtu (24/10/2020) pukul 20.00 WIB.
Penampakan kebakaran yang melanda pabrik busa di Sragen. Foto diambil pukul 20.00 WIB (Foto: Andika Tarmy/detikcom)
Sragen -

Sudah lima jam api yang melalapgudang pabrik busa di Sragen belum padam. Petugas masih berjiibaku memadamkan api.

Pantauan di lokasi, Dusun Salam, Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Sabtu (24/10), sekitar pukul 20.00 WIB, api masih menyala meski sudah relatif mengecil. Ada empat gedung yang terbakar, tampak satu gedung di antaranya sudah berhasil dipadamkan.

Hilir mudik mobil pemadam kebakaran juga sudah berkurang daripada sebelumnya. Namun mobil tangki pengangkut air tampak masih keluar masuk untuk menyuplai pemadaman.

"Dari empat gedung yang terbakar, tinggal satu gedung di sisi paling timur yang masih menyala. Ini paling lama (pemadamannya) karena ada oli untuk hidrolis serta biji plastik. Sampai saat ini sudah lima jam," ujar Kasi Pemadaman dan Penyelamatan Dinas Satpol PP dan Damkar Sragen, Anton Sujarwo, ditemui wartawan di lokasi pabrik di Dusun Salam, Desa Saren, Kecamatan Kalijambe, Sragen, Sabtu (24/10/2020).

Anton menyebut kendala pemadaman api karena kencangnya arah angin, terutama dari sisi selatan pabrik. Selain itu, petugas juga terkendala akses jalan untuk masuk ke lokasi di area gedung sebelah timur.

"Saat ini kendalanya arah angin karena sisi yang paling terbuka di sisi selatan. Gedung paling timur memang tidak bisa dimasuki, tapi ini kemungkinan tidak membutuhkan waktu lama," jelasnya.

Petugas juga kesulitan mendapatkan akses air untuk pemadaman karena di area pabrik busa itu tidak tersedia sumber air. Anton menyebut petugas terbantu akses air dari pabrik yang terletak sekitar satu kilometer dari lokasi kebakaran.

"Pasokan air terbantu PT Rakabu, kemudian kita juga ambil hidran dari Gemolong. Dari info karyawan pabrik memang belum ada hidran yang khusus untuk kebakaran," ujarnya.

Ada sekitar sepuluh unit mobil pemadam kebakaran yang dikerahkan untuk memadamkan api. Tak kurang dari 20 tangki air dihabiskan untuk upaya pemadaman.

"Dari Sragen empat unit pemadam, lalu bantuan dari Surakarta, Karanganyar, Boyolali dan Sukoharjo. Ada juga dari BPBD dan PMI Sragen. Kurang lebih 10 armada. Sampai sekarang sudah habis 20 tangki air lebih," urainya.

Sebelumnya diberitakan, api dilaporkan muncul pada pukul 15.30 WIB. Area yang terbakar dilaporkan berisi bahan baku.

(ams/ams)