Menilik Kisah Kejayaan Nitisemito Si Raja Kretek Era Penjajahan Belanda

Dian Utoro Aji - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 16:33 WIB
Museum Kretek yang menyimpan patung replika Nitisemito dan koleksi lainnya.
Museum Kretek yang menyimpan patung replika Nitisemito dan koleksi lainnya.(Foto: Dian Utoro Aji/detikcom)

Namun masa kejayaan Nitisemito mulai meredup pada 1936 usai kunjungan Sri Susuhunan Pakubuwono X dari Kasunanan Surakarta. Pada masa itu pajak yang harus dibayar Nitisemito bertambah hingga 350 ribu gulden.

"Pada periode tersebut pun keadaan dunia sedang kacau karena terjadi krisis ekonomi Malaise atau great depression merupakan peristiwa menurunnya tingkat ekonomi secara dramatis di seluruh dunia," papar Lilik.

Terpisah, Kurator Museum Jawa Tengah Ronggowarsito, Laila Nur Hayati Dewi menuturkan kajian terkait buku peninggalan Raja Kretek Nitisemito sangat menarik. Ke depan kisah Nitisemito pun akan terus ditelusuri, diperkirakan masih banyak arsip-arsip terkait sosok Raja Kretek asal Kudus tersebut.

"Jadi kami ini sedikit Nitisemito kepada khalayak umum dengan koleksi tiga buku tersebut. Hasil banyak masukan dan saran. Ini belum berakhir karena bisa disorot dengan berbagai sisi. Sejarah, akutansinya macam-macam. Ini nanti tidak berhenti sampai di sini," ujar Laila kepada wartawan selepas seminar tiga buku peninggalan Nitisemito di Kudus.

"Dari hasil ini masih ada penelusuran. Kita dari tim sejarahnya kita perlu menelusuri koran-koran keuangan itu lebih apa. Masih ada, ada monumen pers Solo," terang dia.

Halaman

(ams/ams)