Bawaslu Setop Kasus Dugaan Pelanggaran Kampanye Cabup Petahana Rembang

Arif Syaefudin - detikNews
Sabtu, 24 Okt 2020 12:51 WIB
Calon Bupati petahana Rembang Abdul Hafidz diperiksa Bawaslu, Kamis (22/10/2020).
Calon Bupati petahana Rembang Abdul Hafidz saat diperiksa Bawaslu, Kamis (22/10) Foto: Arif Syaefudin/detikcom
Rembang -

Badan Pengawas Pemilu (Bawaslu) Kabupaten Rembang memutuskan untuk menghentikan pemeriksaan kasus dugaan pelanggaran kampanye dengan terlapor calon Bupati petahana Rembang Abdul Hafidz. Kasus tersebut dinilai tak memenuhi unsur tindak pidana pemilihan.

Ketua Bawaslu Rembang, Totok Suparyanto menjelaskan, Penghentian kasus berdasarkan pembahasan yang dilakukan oleh Bawaslu, Kepolisian, dan Kejaksaan Rembang yang tergabung dalam Sentra Gakkumdu, kemarin.

"Sudah diputuskan sentra Gakkumdu. Tidak memenuhi unsur pelanggaran pidana pemilihan, sehingga kasus ini dihentikan," kata Totok dimintai konfirmasi detikcom melalui pesan singkat, Sabtu (24/10/2020).

Sebelumnya, Abdul Hafidz dilaporkan kepada Bawaslu Rembang, oleh seorang warga. Salah satu alat bukti yang dilampirkan adalah potongan video berdurasi sekitar 32 detik. Video tersebut merekam Abdul Hafidz diduga berada di PAUD Pelangi, Desa Sendangmulyo Kecamatan Sarang, Rembang.

Dalam video tersebut Hafidz sempat mengucap tentang bantuan beras 15 kilogram, dan beberapa bahan pangan lainnya. Termasuk ia mengatakan, agar pilihan tetap pada dirinya meski ada pihak lain yang memberikan amplop.

"Dikei beras 15 kilo, ambek buah, ambek lauk pauk. Yang saya sampaikan, jadi jenengan sampaikan saja, nik dikei duik, yo kudu ditampani, nik dikon nyobolos, dicoblos pak Hafidz," ucap Hafidz dalam rekaman video tersebut.

Juru bicara Abdul Hafidz, Heru Irianto mengaku telah menyerahkan kasus kepada pihak yang berwenang. Heru tak memungkiri video yang menjadi bahan pelaporan tersebut benar.

"Sudah dijelaskan melalui beberapa akun medsos, bahwa video tersebut adalah potongan. Kalau kejadian itu memang benar," paparnya.

Hafidz sendiri juga sudah diperiksa terkait dugaan pelanggaran ini pada Kamis (22/10) lalu. Selain Hafidz, ada empat orang saksi yang juga diperiksa. Namun, seusai pemeriksaan Hafidz enggan menanggapi permintaan wawancara oleh awak media.

Selain perkara tersebut, di waktu yang bersamaan Bawaslu juga menelusuri kasus dugaan kampanye di tempat ibadah yang dilakukan oleh Barisan Kyai Santri Rembang (BKSR) bersama pasangan calon Harno-Bayu. Namun, kasus tersebut tak terbukti sehingga penelusuran dihentikan.

"Tempat tersebut sudah jelas tempat ibadah pribadi, lokasinya pun berada di dalam pagar rumah pribadi. Lagi pula, kegiatan murni hanya istigasah dan doa bersama Pak Harno dan Pak Bayu," terang KH Faiq Muthi, ketua BKSR kepada detikcom, Sabtu (24/10) melalui telepon.

Simak juga video 'Ada 6 Paslon Terancam Diskualifikasi di Pilkada 2020':

[Gambas:Video 20detik]



(ams/ams)