Tanah Gerak, Akses Warga Dua Desa di Banjarnegara Putus

Uje Hartono - detikNews
Jumat, 23 Okt 2020 15:05 WIB
Kondisi tanah gerak hingga memutus akses jalan warga di Banjarnegara, Jumat (23/10/2020).
Kondisi tanah gerak hingga memutus akses jalan warga di Banjarnegara, Jumat (23/10/2020). Foto: Uje Hartono/detikcom
Banjarnegara -

Jalan akses utama warga Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar dan Desa Sembawa, Kecamatan Kalibening, Kabupaten Banjarnegara, Jawa Tengah, terputus. Kondisi ini dipicu tanah gerak akibat hujan yang mengguyur.

Berdasarkan pantauan detikcom, jalan yang tepat di bawah bangunan SDN 2 Pasuruhan tersebut tinggal setapak. Hanya sebagian pengendara sepeda motor yang berani melintas. Sebagian lainnya memilih untuk berjalan kaki.

Salah seorang warga Desa Pasuruhan, Sugiharto (39), mengatakan tanah mulai bergerak sekitar satu minggu terakhir. Namun, saat hujan turun tanah terus bergerak setiap harinya. Hingga saat ini sekitar 35 meter longsor dan hanya bisa dilalui pejalan kaki dan sebagian sepeda motor.

"Ini tanahnya terus bergerak sejak seminggu terakhir. Kalau ada hujan pasti longsornya bertambah. Dan sekarang hampir setiap hari di sini hujan. Sampai akhirnya tinggal setapak. Tidak semua warga berani melintas di sini memakai motor, hanya beberapa," jelas Sugiharto saat ditemui di Desa Pasuruhan, Jumat (23/10/2020).

Ia menuturkan, jalan tersebut merupakan akses utama warga. Sebab, meski ada jalur alternatif, namun memutar 10 kali lebih jauh dan kondisi jalan ekstrem.

"Selain jalan ini sebenarnya ada jalur alternatif tapi susah dilewati, karena masih bebatuan dan turunan ekstrem. Belum lagi kalau ke kecamatan memutar sampai 10 kali lipat lebih jauh," terangnya.

Sementara itu, perangkat Desa Pasuruhan, Ratno, juga mengatakan tanah terus bergerak setiap harinya. Padahal, di bagian pinggir jalan sudah dipasangi beronjong agar kondisi tanah lebih kuat.

"Sebenarnya sudah diberonjong agar lebih kuat tetapi kalau hujan tanah tetap bergerak," ujar Retno.

Akibat kondisi ini, Ratno menyebut ada dua desa yang akses jalan terputus. Yakni Desa Pasuruhan, Kecamatan Karangkobar dan Desa Sembawa, Kecamatan Kalibening.

"Ini adalah akses utama warga. Baik kesehatan maupun ekonomi. Jadi mau tidak mau harga hasil panen menjadi murah. Karena masih harus ada tambahan biaya untuk langsir. Di sini sebagian besar merupakan petani salak," jelasnya.

(rih/mbr)