600 Ribu Hektare Kawasan Pantai Rusak, Paling Parah Papua-Maluku

Imam Suripto - detikNews
Kamis, 08 Okt 2020 21:54 WIB
Penanaman mangrove di Desa Sawojajar Brebes, 8/10/2020
Penanaman mangrove di Desa Sawojajar Brebes. (Foto: Imam Suripto/detikcom)
Brebes -

Lahan kritis di kawasan pesisir pantai di Indonesia saat ini mencapai 600 ribu hektare. Kerusakan paling parah terjadi di kawasan Papua dan Maluku. Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan menyebut, kerusakan paling parah terjadi di Papua-Maluku.

"Seluruh Indonesia ada 600.000 hektare kawasan pantai yang rusak. Paling parah berada di Papua dan Maluku," ujar Plt Dirjen Pengendalian DAS dan Hutan Lindung Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), Hudoyo, kepada wartawan saat menghadiri pelaksanaan program padat karya reboisasi di Pantai Cemara, Wanasari, Brebes, Jawa Tengah, Kamis (8/10/2020).

Sebagai upaya untuk mengembalikan ekosistem hutan pantai ini, menurut Hudoyo, pemerintah menyediakan anggaran sebesar Rp 406 miliar. Cakupannya, setiap hektare akan ditanami 1.000 bibit mangrove. Diharapkan pemulihan tersebut akan berdampak positif bagi warga, berupa pariwisata maupun usaha di sektor perikanan.

Program pemulihan hutan melalui padat karya ini sekaligus untuk memulihkan ekonomi warga yang sempat terpuruk akibat pandemi COVID-19. Karena warga ikut dilibatkan dalam reboisasi dengan upah Rp 100 ribu per hari. Upah tersebut di luar biaya operasional seperti sewa perahu dan lainnya termasuk bibit.

"Ini perlu segera direboisasi. Caranya dengan program padat karya. Dengan program ini sekaligus bisa membantu ekonomi warga yang sedang terpuruk akibat pandemi ini," ungkap Hudoyo.

Upah tersebut di luar biaya operasional seperti sewa perahu dan lainnya termasuk bibit.

"Prinsip padat karya penanaman mangrove ini bertujuan menolong masyarakat. Mereka bisa mendapatkan penghasilan Rp. 100 ribu per hari sambil membenahi lingkungan di seluruh Indonesia," sambung Hudoyo.

Khusus untuk penanaman mangrove di wilayah Pantai Cemara dan sekitarnya yang berada di Desa Sawojajar, Wanasari, ada 25 hektare lahan pesisir yang kondisinya kritis dan ikut dalam program tersebut. Ada 64 orang warga yang dilibatkan.

"Luasnya ada 25 hektare di Sawojajar. Pekerjanya sekitar lingkungan Sawojajar yang merupakan warga pesisir. Sekaligus anggota Pokdarwis yang juga ibu-ibu pedagang di Pulau cemara. Mereka dilibatkan karena sepinya pengunjung selama pandemi," papar Ketua Kelompok Pelestari Sumber Daya Alam Sawojajar, Munasir.

(mbr/rih)